Sosialita

Proyek Listrik Gratis di Jatiluwih

Keberhasilan kepemimpinan Eka Wiryastuti, salah satunya, dapat di­lihat dari kerja sama yang terjalin antara Pemkab Tabanan dan Pemerintah Toyama Jepang dalam pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga mikro hidro atau pembangkit listrk tenaga air (PLTA) di Warisan Dunia Jatiluwih, Penebel, Tabanan. “Sudah ada 4 turbin yang dipasang dan 14 orang petani Tabanan sudah berangkat ke Jepang untuk belajar menggunakan mesin tersebut. Dari mesin itu akan mensuplai keperluan energi di kawasan pertanian Jatiluwih termasuk untuk penerangan lampu dan pembangunan pabrik pengolahan gabah. Kami buat tenaga terbarukan yang ramah lingkungan,” ujar Eka Wiryastuti.
Rencananya, proyek ini akan diresmikan akhir November dengan ke­hadiran Presiden Jokowi dan PM Jepang. “Semoga bisa berjalan sesuai rencana karena saya harus presentasi dulu di Jakarta untuk kehadiran presiden. Saya lagi nunggu surat,” jelasnya.
Setelah Tabanan, ia berharap, proyek ini bisa juga dilakukan di Klungkung dimana debit air Tukad Unda sangat besar sekali dan cocok untuk PLTA. Intinya, kata Eka, ia ingin nasib petani lebih diperhatikan. “Mempertahankan lahan hijau itu sulit. Dengan suplai energi ini mereka tidak perlu bayar listrik. Saya rencana pasang 10 turbin dan ini gratis. Tabanan menjadi contoh PLTA di Perserikatan Bangsa-bangsa,” kata Eka Wiryastuti.
Urusan sampah juga tidak akan dilupakan Eka Wiryastuti. Jepang sudah siap memberi bantuan untuk pembangunan pabrik pengolahan sampah menjadi pupuk. Ke depan, ia berharap, Tabanan bebas sampah. (ast)

To Top