Pelesir

Libur Hari Raya Obyek Wisata Air Panas Banjar Ramai Dikunjungi

Memasuki liburan hari Raya Galungan dan Kuningan, sejumlah obyek wisata di Buleleng mengalami kenaikan kunjungan. Salah satu objek wisata yang masih menjadi pilihan wisatawan adalah Air Panas di Kecamatan Banjar. Kamis (2/10) yang bertepatan dengan manis Galungan, ratusan wisatawan tengah memadati pemandian natural hot spring tersebut sejak pagi. Tidak hanya wisatawan lokal, beberapa di antaranya juga terlihat wisatawan mancanegara.
Menurut manager daya tarik wisata Air Panas Banjar, Ida Made Tamu mengatakan kunjungan wisatawan di hari libur usai hari raya memang meningkat dibandingkan dengan hari biasa. Akan tetapi jika dibandingkan dengan hari raya-hari raya sebelumnya memang mengalami penurunan. “Dibanding dengan hari biasa memang meningkat tajam, tetapi kalau dibandingkan dengan hari raya sebelumnya terjadi penurunan,” ungkapnya. Dirinya menambahkan jika penurunan jumlah kunjungan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya tingkat perekonomian masyarakat. Selain itu, banyaknya jumlah objek wisata baru yang tengah berkembang juga menjadi salah satu alasan menurunnya kunjungan wisatawan. Made Tamu menambahkan jika saat ini perkembangan objek wisata di Buleleng timur dan barat terus menggeliat sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan dalam menghabiskan waktu liburannya. “Apalagi di Buleleng barat saat ini perkembangan pariwisatanya maju sekali, banyak ada pilihan jadi ini menjadi faktor lain menurunnya jumlah kunjungan ke air panas Banjar,” ungkapnya.
Disinggung masalah kenaikan Harga Tiket Masuk, Made Tamu menegaskan itu bukan menjadi faktor berkurangnya animo masyarakat datang ke objek wisata yang dikelolanya. Dirinya mengklaim bahwa kenaikan tarif HTM masih jauh lebih murah dibanding dengan daerah lain di Bali. Jika dibandingkan dengan derah Bangli dan Tabanan yang menawarkan objek wisata yang sama di Buleleng. “Di awal memang ada keluhan oleh masyarakat yang tidak tahu, tetapi sekarang mereka sudah mengerti dan tidak ada masalah,” jelasnya.
Sebelumnya, harga tiket masuk untuk orang dewasa 8 ribu rupiah dan anak-anak 5 ribu rupiah naik menjadi 20 ribu dan 10 ribu rupiah. Ditambahkan oleh Made Tamu, kenaikan tarif tersebut sudah berlangsung sejak sebulan lalu, bahkan pihak terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata telah melakukan sosialisasi. Menurutnya kenaikan tariff tersebut akan digunakan untuk biaya operasional demi kemajuan pariwisata. “Ya tentu nanti hasilnya untuk perbaikan insfrastruktur dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tutupnya.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna, MM., mengatakan kebijakan tersebut menyusul terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) No. 59 tahun 2017. Ketentuan harga tiket masuk objek wisata di Buleleng diatur Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Buleleng No. 2 tahun 2016.
Mengacu aturan terbaru, tercata delapan objek wisata yang mengalami kenaikan tarif yakni obyek Air Panas Banjar (Kecamatan Banjar), Pemandian Air Sanih (Kec Kubutambahan), Air Terjun Bertingkat Gitgit, Air Terjun Campuhan Gitgit, Air Terjun Gitgit (Kec Sukasada), Air Terjun Les (Kec Tejakula), Air Terjun Sekumpul (Kec Sawan) dan Air Terjun Melanting (Kec. Banjar). (Wiwin Meliana).

To Top