Advertorial

Menerjemahkan Motivasi dan Apresiasi Menuju Prestasi Gemilang di STIKes Buleleng

Drs. I Ketut Pasek, M.M.

Guna memberi makna membuka cakrawala peran pendidik untuk memahami tupoksi dan tanggung jawabnya guna pelayanan yang berkualitas, STIKes Buleleng menggelar workshop yang bertemakan Penjaminan Mutu dan Penyusunan Modul Pembelajaran oleh tim AIPKIN (Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia). Multi kegiatan yang dilaksanakan 13- 14 Oktober 2017 tersebut diketuai oleh Sri Rahayu, Ditl. Mid, M. Kes., dengan anggotanya Tri Setiawati, SST, M. Kes
Workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan evaluasi yang dituangkan dalam bentuk borang yang didalamnya terbungkus standar dan penulisannya yang akurat dan cermat. Inilah sebuah motivasi dan apresiasi dalam ikut mewujudkan sebuah prestasi. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua STIKes Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, M. Kep,. Msi, didampingi Pembantu Ketua III STIKes Buleleng Drs. I Ketut Pasek, M.M.
Pasek mengatakan motivasi merupakan unsur vital dalam menjalankan manejemen. Motivasi akan membuat seseorang menyelesaikan pekerjaan dengan semangat dan karena itu orang akan melakukannya. Apalagi etika kita dalam memberikan apresiasi dapat mensugesti sebuah prestasi gemilang bagi yang memahami dan melaksanakannya. “Hal ini menjadi rekaman dan pedoman dalam menjalankan tugas oleh para Rektorat, Biro, Kaprodi, dosen, dan tenaga pendidikan lainnya di Lembaga Pendidikan STIKes Buleleng termasuk dalam memetakan kecerdasan kegiatan mahasiswa menterjemahkan roh Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan hanya manusia unggul dan profesional yang dapat berkiprah dalam dunia yang penuh tantangan. Namun, harus diakui kinerja atau hasil kerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanan suatu kegiatan atau program maupun kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi lembaganya.
Menurutnya, peran guru atau pengajar di era milinium ini benar-benar diuji untuk mampu mengajak anak didik berpikir kritis dan analitis, kreatif dan inovatif, komunikatif serta kolaboratif. Sehingga guru mampu menjadi pengajar yang cerdas, sebagai katalisator, fasilitator, bahkan penghubung dalam mencari dan memecahkan sumber-sumber belajar yang beragam baik didalam maupun di luar lembaga. Sekaligus mampu menjadi penjaga gawang agar anak didik dapat menyaring pengaruh negatif. “Seperti yang sering dikemukakan oleh Ketua STIkes bahwa kita harus paham hakekat dari manejemen, yaitu kemuliaan dan karunia Tuhan menciptakan dunia ini untuk diyakini sebagai misi suci dan kita sebagai pengelolanya. Ditegaskan lagi siapa yang mampu mengelola dan mengemban tugas suci dengan baik yaitulah tugas manajer atau pemimpin,” tambahnya.
Inilah merupakan cemeti civitas akademika untuk mendukung rencana kerja dan kinerja Ketua STIKes Buleleng dengan sebuah kualitas. Untuk evaluasi kinerja karyawan merupakan salah satu masalah yang mengejutkan dalam kehidupan suatu lembaga. Karena lembaga dan organisasi dibuat berdasarkan visi untuk kepentingan manusia, dalam pelaksanaan visinya oleh SDM yang cerdas karena sebagai faktor sentral dalam suatu lembaga. Kata kuncinya globalisasi bukan merupakan ancaman namun memperkuat diri dalam bersaing di berbagai bidang dengan pengembangan SDM tersebut. “Karena dengan pendidikan yang bermutu akan menghasilkan keluaran SDM yang bermutu pula dengan kekuatan dan semangat pendidik memberikan motivasi dan apresiasi guna menuju prestasi yang gemilang,” tandasnya. (win)

To Top