Dara

Putu Febby Laksmi Decker: Manfaatkan Kesempatan

Nasib tentu akan berpihak kepada orang-orang yang mau berusaha dan pantang menyerah. Ungkapan tersebutlah yang pantas diterima oleh Putu Febby Laksmi Decker. Perempuan kelahiran 10 Februari 1995 ini sama sekali tidak pernah menyangka jika dirinya mampu menjadi kebanggan keluarga, sahabat dan dirinya sendiri.
Bagaimana tidak, masa kecil perempuan yang akrab disapa Febby ini rupanya berbanding terbalik dengan keadaanya saat ini. Sejak kecil Febby menyukai segala aktifitas yang pada umumnya dilakukan oleh seorang laki-laki. Dirinya lebih menyukai mengikuti ekstrakulikuler menembak, wushu, sispala, dan marching band ketimbang mengkuti ekstra tari atau menyanyi. Baginya kegiatan di atas begitu menantang sesuai dengan kepribadian dan karakternya yang mandiri, kuat dan pekerja keras. Bahkan sebagai seorang perempuan Febby tidak mengenal dan tidak tahu cara bermake up. “Bisa dibilang Febby orangnya tomboy dan memang lebih menyukai kegiatan yang lebih berbau kelaki-lakian,” ungkapnya.
Memasuki dunia perkuliahan dirinya mulai lebih membuka diri dan mencoba berbagai hal yang dulunya tidak pernah terpikirkan olehnya. Menurutnya tidak ada kesempatan yang datang kedua kali sehingga setiap kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. “ selama ada peluang kenapa tidak mencoba? Karena Febby tidak akan pernah tau apa bakat yang Febby miliki jika febby tidak pernah mencoba berbagai hal dan tentunya berusaha sebaik mungkin serta percaya bahwa kita bisa,”ungkap anak dari pasangan William Robert Decker dan Gusti Putu Seksi. Sejak itu, dirinya mulai aktif diberbagai kegiatan kampus seperti pelatihan Makeup class yang diadakan oleh UKM Keputrian, mengikuti UKM paduan suara, modern dance, hunting foto model, dan mengikuti organisasi di kampus maupun luar kampus. “ Bahkan sewaktu mengikuti modeling sampai bolak-balik Denpasar – Singaraja untuk mengikuti latihan dan lomba di Denpasar, juga kerja sampingan menjadi model disana,” imbuhnya perempuan yang pernah meraih juara 2 Nasional Wushu Duilian Puteri Junior A.
Dari semua kegiatan itu, dirinya mendapat berbagai pengalaman dan teman baru dengan latar belakang yang berbeda. Percaya tidak percaya setiap orang yang kita jumpai sekarang, nantinya mungkin akan menjadi relasi yang sangat bermanfaat. Salah satu buktinya adalah, dengan mengikuti banyak kegiatan tersebut, Febby mendapatkan tawaran untuk mencoba hal-hal baru lainnya dan mendapat kepercayaan dari mereka bahwa dirinya bisa apa saja dan bisa di tempatkan dimana saja.
Seperti misalnya, saat dirinya diikutsertakan dalam pemilihan Miss Campus Ambassador oleh teman yang bisa dikatakan belum terlalu dekat dengannya. Di sanalah awal Febby mengikuti ajang ‘beauty pagent’ dan bersyukur mampu meraih selempang tersebut. Bermodal presatasi itulah, seorang senior di kampusnya memintanya untuk mencoba mengikuti ajang pemilihan Jegeg Bagus Buleleng tahun 2016. “Awalnya sempat ragu sebelumnya, namun kembali lagi kepada moto Febby sebelumnya, kita tidak pernah tahu mampu atau tidak sebelum berusaha yang terbaik. Akhirnya H-1 penutupan pendaftar Febby mengumpulkan berkas yang di minta yaitu pada akhir bulan Juni 2016,”tutur mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsinya di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja.
Setelah mengikuti berbagai seleksi dan karantina, akhirnya Febby masuk ke 3 besar dan mendapatkan posisi sebagai Jegeg Buleleng 2016. Menyandang gelar Jegeg Buleleng baginya bukanlah hal yang mudah. Ada tugas dan kewajiban yang harus dirinya emban utamanya dibidang pariwisata. Sebagai duta pariwisata dirinya ingin membantu program pemerintah dalam promosi destiasi pariwisata kususnya di buleleng. Selain itu, Febby dan semeton Jegeg Bagus Buleleng ingin mengembangkan pariwisata yang ada di bulelng dengan beberapa cara salah satunya ikut serta dalam pembuatan video promosi yang bisa hasilnya dapat di liat di youtube. “Selain membantu pemerintah mengembangkan pariwisata, kami juga melakukan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kami karena dalam pariwisata yang sehat terdapat SDM yang sehat juga,” paparnya.
Baginya, melakukan kedua hal tersebut sama sekali tidak membebaninya justru kedua hal tersebut adalah hobbi yang sangat ia sukai. Dengan pembuatan video promosi dirinya dapat travelling, menjelajag Buleleng dan melakukan aksi sosial yang memberikan kepuasan tersendiri. Tidak hanya itu, pemenang jegeg bagus Buleleng juga dikirim ke tingkat provinsi untuk kembali berkompetisi dalam pemilihan jegeg bagus Bali. Pada kesempata tersebut, dirinya sangat bersyukur mendapatkan gelar sebagai RU2 Jegeg Bali 2017. “Selanjutnya yang febby ingin lakukan adalah menjadi role model dan inspirasi bagi pemuda pemudi buleleng kususnya dan msyarakat luas umumnya untuk terus berprestasi dan berjuang dan mencintai Bali, mencintai pariwisata dan juga kebudayaannya,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

To Top