Bunda & Ananda

Komunikasi Dua Arah Lewat Buku Penghubung

A.A. Eka Yuliawati, S.Pd.

Pada sekolah PAUD dan TK, buku penghubung umum digunakan untuk memberikan informasi kepada orangtua tentang perkembangan anak didik di sekolah. Selanjutnya, orangtua juga diharapkan memberi respons atau menyampaikan apa saja kendala dan harapannya pada anak yang bisa dilakukan guru (pihak sekolah).
“Buku penghubung ini sejatinya laporan perkembangan anak dalam setiap melakukan kegiatan di sekolah. Semuanya dicatat dalam buku ini. Buku ini sebagai salah satu pendekatan guru (pihak sekolah) kepada orangtua mengenai masalah/kendala dan perkembangan pada anak serta solusinya. Dengan komunikasi dua arah ini, diharapkan apa yang menjadi harapan orangtua bisa tercapai,” ujar Kepala Sekolah PG/TK Lingga Murti School (LMS) A.A. Eka Yuliawati, S.Pd.
Buku penghubung ini berbeda dengan bimbingan konseling atau rapor. Buku rapor biasanya diberikan pada jangka waktu tertentu (per semester). Sedangkan buku penghubung bisa digunakan kapan saja saat diperlukan. “Di PG/TK LMS, buku penghubung diisi setiap minggu oleh guru, melaporkan kegiatan anak yang dilakukan selama seminggu, dibagikan kepada anak tiap Sabtu dan Hari Seninnya harus kembali dikumpulkan di sekolah dengan balasan komentar orangtua yang dibubuhi tanda tangan orangtua,” jelas kepala sekolah yang akrab disapa Miss Agung ini.
Bahkan, tiap Sabtu, tak hanya buku penghubung yang dibagikan, namun satu map berisikan latihan-latihan anak di sekolah, seperti mewarnai, menebalkan garis/gambar, menghitung, dll. Sehingga orangtua pun bisa melihat hasil proses belajar anak di sekolah. Singkatnya, buku penghubung ini untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kegiatan proses belajar-mengajar di sekolah. Seperti menyampaikan tugas rumah, ulangan harian dan info-info lainnya yang berkaitan dengan kelancaran tugas-tugas atau latihan-latihan anak di sekolah dan di rumah.

KOMUNIKASI DUA ARAH
Sesuai dengan tujuannya, agar orangtua mengetahui kejadian di sekolah atau hal-hal yang memang harus diketahui orangtua, buku penghubung ini juga bisa digunakan dua arah. Dalam artian, orangtua juga bisa menulis apa saja di buku itu, sehingga guru (pihak sekolah) juga dapat mengetahui kejadian khusus di rumah dari berita yang disampaikan orangtua. Misalnya, orangtua bisa menulis: Miss, Alisa tidak pernah mau belajar di rumah, mohon di sekolah dinasehati atau dibimbing lagi ya. Terima kasih…atau bisa juga seperti ini: Miss, Yoga lapor ke saya katanya dia dipukul temannya (Mario) di sekolah. Tolong solusinya Miss. Terima kasih.
Dengan demikian, guru bisa mengetahui kejadian khusus yang terjadi di rumah atau bahkan mengetahui sesuatu hal yang tidak berani diungkapkan di sekolah, dari apa yang disampaikan oleh orangtua. “Karena itu, buku penghubung wajib dibawa ke sekolah, dan yang paling penting wajib dibaca dan direspons orangtua,” ujar Miss Agung.
Buku penghubung bisa membantu anak mengingat kembali tugas sekolah yang harus dia lakukan, utamanya untuk anak-anak yang jarang berkomunikasi dengan orangtua. Jadi anak tidak dapat berbohong jika guru telah memberikan tugas rumah, karena sudah tertulis dibuku penghubung tersebut. Jadi, baik orangtua dan guru bisa sama-sama memantau tingkah laku si anak.
Sementara, ketika anak sudah duduk di bangku SD, masih ada beberapa sekolah yang memanfaatkan buku penghubung. Di salah satu SD Negeri di Denpasar misalnya, di kelas 1 dan 2, buku penghubung masih dimanfaatkan, namun anak-anak menulisnya sendiri sesuai yang diumumkan gurunya. Terkadang, apa yang disampaikan guru terlewatkan. Alhasil dalam hal ini proaktif orangtua sangat diperlukan. Bisa dengan mencatat nomer telepon guru/wali kelas, dan orangtua murid lainnya.
Bahkan di era sekarang ini semuanya serba dimudahkan dengan keberadaan medsos. “Kami memiliki grup WA dan Line untuk satu kelas. Jadi ketika anak saya tidak tahu ada PR apa, saya cukup menulisnya di grup. Begitu juga kalau anak berhalangan hadir di sekolah, cukup diinformasikan di grup yang juga diikuti wali kelasnya,” ujar seorang ibu yang enggan disebut namanya tersebut.
(Inten Indrawati)

To Top