Kuliner

Pesona Baris Tiga Dimensi

Fruit carving (mengukir buah dan sayur) tetap menjadi lomba favorit dalam ajang Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta, yang digelar 11 s.d. 15 Oktober 2017 di Pulau Peninsula, Nusa Dua. Peserta lomba 12 orang yang merupakan siswa SMK dan Sekolah Perhotelan yang ada di Bali. Walaupun diberikan aturan tema bebas, sebagian peserta tetap saja membuat tema yang sama seperti bunga, burung, dan topeng.
Menurut Chef Ida Bagus Parwata, salah seorang juri yang juga pakar dalam hal mengukir ini, dia belum menemukan peserta yang berani berkreasi lebih. Artinya, mereka masih menampilkan sesuatu yang sudah pernah dibuat. “Saya ingin melihat peserta mampu memberikan sesuatu yang beda, misalnya menunjukkan tingkat kerumitan dalam ukiran ataupun kreasi bentuk carving contohnya semut kecil yang berjejer bisa membawa benda yang besar. Itu tingkat kesulitannya tinggi,” ujarnya memberi contoh.
Kreasi ogoh-ogoh kepala tiga, barong, dan baris terpilih sebagai juara. Walaupun tema yang disuguhkan peserta masih monoton, namun, kata dia, baris sudah termasuk kreasi yang unik. “Kelebihan baris, dari kombinasi warna, dan dibuat tiga dimensi. Namun, ke depan, saya berharap, akan muncul kreasi-kreasi baru dari peserta. Ilmunya harus terus di-upgrade,” ujar mantan Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Bali ini.

Sate Kreasi
Bali memiliki makanan khas yang sangat terkenal yakni sate lilit. Ajang Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta, juga menampilkan lomba kreasi sate. Ada tiga tema yang ditampilkan, sate berbahan dasar ikan, daging ayam, dan vegetarian. Dengan waktu 90 menit, enam peserta beradu dengan aneka bumbu nusantara yakni bumbu kuning, bumbu merah, dan sambal matah.
Yang menarik, untuk membuat adonan sate menjadi lebih gurih, sebagian peserta memakai daun cemceman. Menurut Chef Mahadi, salah seorang juri, daun cemceman selain dijadikan bahan dasar jamu (loloh cemceman), juga dapat digunakan agar daging yang dimasak menjadi lebih enak. “Daun cemceman baunya harum, dan membuat rasa masakan daging menjadi lebih enak. Fungsinya mirip dengan daun salam,” kata Chef Mahadi.

Uji Nyali Junior Chef
Dalam ajang lomba masak yang digelar Indonesian Chef Association (ICA) Bali dalam Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta 2017, memang masih tetap menampilkan lomba yang rutin digelar, seperti sate, betutu, fruit carving, dan ice carving.
Menurut President ICA, Chef Henry Bloem, untuk tema lomba memang masih tetap menampilkan makanan khas Bali. Tujuannya, untuk mempromosikan dan melestarikan makanan tradisional Bali. Untuk tahun ini, pesertanya semua dari siswa SMK dan sekolah perhotelan. “Ini semacam uji nyali buat siswa SMK dan sekolah perhotelan. Mereka adalah calon chef atau bisa disebut junior chef. Apakah mereka cukup percaya diri memasak ditonton banyak orang dan dilihat para juri. Kalau mentalnya tidak siap, mereka bisa gugup dan hasil masakannya pasti kurang bagus. Selain itu, apakah mereka mampu menyajikan makanan sesuai dengan yang keinginan dunia industri. Kalau muridnya tidak bisa berarti yang yang salah dosennya. Ini juga sekaligus ajang menunjukkan kualitas lulusan dan sekolah,” ujar Chef Bloem.
Ia menambahkan, kalau dari rasa mungkin tetap sama, yakni rasa sate, namun, kata dia, cara presentasi dan penyajiannya yang perlu ditingkatkan agar lebih kreatif. (Wirati Astiti)

To Top