Buleleng

Turnamen Futasal Mudahkan Perekrutan Atlet Baru

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST membuka secara resmi Turnamen Futsal yang diselenggarakan oleh Junior Chamber International (JCI) di GOR Bhuana Patra Singaraja

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST membuka secara resmi Turnamen Futsal yang diselenggarakan oleh Junior Chamber International (JCI) di GOR Bhuana Patra Singaraja, Senin (9/10). Turnamen Futsal yang bertajuk “Futsal Master Champion In Unity” ini akan berlangsung selama enam hari mulai dari tanggal 9 Oktober sampai 14 Oktober 2017. JCI Futsal Master ini merupakan turnamen futsal pertama yang dimotori oleh JCI Singaraja dengan bekerjasama dengan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Buleleng.
Turnamen JCI Futsal Master ini diikuti 15 klub futsal sekabupaten Buleleng dan 1 klub Futsal dari Kota Denpasar. Pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi dipimpin wasit dari Askab PSSI Buleleng. Kompetisi kali ini memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah. JCI Futsal Master ini bermuara pada kompetisi futsal antar club se-Indonesia, JFM Nation Cup.
Ketua Panitia Komang Sumertayasa memaparkan, rencananya kompetisi ini diadakan bertaraf nasional. Namun karena keterbatasan waktu pelaksanaan kompetisi ini diadakan hanya melibatkan klub lokal Buleleng. Akan tetapi, untuk kedepannya turnamen “Futsal Master” ini akan diadakan setiap tahunnya dengan kesiapan yang lebih matang. “Untuk penyelenggaraan kedepannya akan kami siapkan dengan lebih matang karena kita akan buat bertaraf nasional. Kami juga akan buatkan kalender event untuk turnamen futsal ini,” ungkap Sumertajaya.
Sementara itu Ketua PSSI Buleleng Gede Suyasa mengatakan, PSSI Buleleng siap membuka diri untuk siapapun yang serius untuk memajukan sepak bola dan futsal di Buleleng. Suyasa menjelaskan, jika ingin bekerjasama dengan PSSI Buleleng harus bisa mengikuti peraturan yang dimiliki PSSI. Jika tidak mengikuti pertandingan itu tidak akan sah. Suyasa mengungkapkan apresiasinya kepada JCI karena turnamen ini juga membantu PSSI dalam hal perekrutan atlet baru. “Dengan adanya turnamen resmi seperti ini, para atlet bisa mengasah kemampuan dan mental. Jika tidak pernah mengikuti turnamen resmi, atlet tidak akan tau seberapa kemampuannya dan seberapa besar mental mereka untuk menjadi juara,” jelas Suyasa yang juga menjabat sebagai Kepal Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng ini.
Suyasa juga menambahkan dengan seringnya atlet mengikuti turnamen maka akan memudahkan pihaknya dalam melakukan perekrutan dalam menghadapi Porprov dua tahun mendatang. “Dengan adanya pertandingan ini akan memudahkan kami merekrut atlet untuk dipersiapkan dalam Porprov kr depan,” tandasnya. (Wirati Astiti)

To Top