Edukasi

Untuk Ketiga Kalinya Kementrian Ristekdikti Percayakan STIKes Buleleng Menyelenggarakan Uji Kompetensi Nasional D3 Kebidanan

Stikes Buleleng kembali dipercaya untuk melakukan Ujian Kompetensi. Melalui utusan Menristekdikti, Cholifah,S.ST.,M.Kes., melakukan Uji Kompetensi bagi mahasiswa D III Kebidanan. Baginya UKOM (Uji Kompetensi) merupakan program dari Kementrian Ristekdikti sebagai jalan dan usaha untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) bagi mahasiswa Kebidanan.
Stikes Buleleng yang beralamat di Jalan Air Sanih KM. 11 Bungkulan Singaraja ditunjuk sebagai tempat kegiatan UKOM, sebelumnya telah melalui Observasi, penilaian dan kelengkapan sarana dan prasarana sehingga telah mengantongi rekomendasi dari pemerintah pusat yang disebut MTKP (Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi). Hal ini juga bertujuan untuk meringankan beban peserta, sebab di Buleleng hanya ada dua program studi Kebidanan, yaitu di Akbid Provinsi Bali, Jl. Bisma Singaraja dan STIKes Buleleng. .
Secara serentak, Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan Sabtu, 7 Oktober 2017 dengan sebelumnya diawali dengan kegiatan brefing oleh panitia dan pengawas pusat, pada Jumat 6 Oktober 2017 bertempat di Wantilan STIKes Buleleng dan didampingi oleh panitia dan pengawas lokal. Jumlah peserta yang mengikuti UKOM sebanyak 146 orang, diantaranya 85 orang dari STIKes Buleleng dan sisanya dari Akbid Provinsi Bali
Selain brefing, sebelumnya telah 2 kali diselenggarakan Try Out di Lembaga STIKes Buleleng. Nantinya STR yang telah dimiliki jika mencapai sebuah kelulusan merupakan “SIM” dalam memasuki dunia kerja. Seorang profesi bidan wajib memiliki STR yang harus diperbaharui setiap 5 tahun sekali.
Kegiatan ini disambut baik oleh Ketua Stikes Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si, karena bidan merupakan salah satu petugas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai kompotensi dan kewenanganya. Bidan telah diakui pula sebagai sebuah profesi yang dituntut professional dalam memahami peran dan fungsinya sebagai pelaksana, pendidik, peneliti dan advokasi seperti diamanatkan oleh IBI dalam Rakernas III tahun 2011. “Setiap peserta wajib melampirkan lembar yudisium serta persyaratan lainnya dan optimis melewati UKOM sebagai peningkatan kompetensi selaku tenaga kesehatan yang bertanggung jawab atas jiwa dan nyawa serta mampu memberikan pelayanan masayarakat umum yang lebih optimis. Menghadapi UKOM ini merupakan kesempatan yang baik karena kompetensi soalnya berkisar tentang kegawat daruratan, kehamilan, pertolongan persalinan, nifas, bayi baru lahir, kesehatan reproduksi, KB dan komunitas di masyarakat ( komunitas),”jelas Sundayana.
Ketua panitia dan penanggung jawab lokal Putu Dian Prima Kusuma Dewi, S.ST., M.Kes. selaku Kaprodi Kebidanan Stikes Buleleng mengatakan kegiatan ini telah dilakukan ketiga kalinya. Ruangan UKOM dikemas menjadi 5 ruangan ditambah ruangan aula 2 (Auditorium) yang masing-masing kelasnya berjumlah 25 orang, secara umum penanggung jawab kegiatan ini adalah dari Ketua dan pengawas panitia pusat (Kementrian ristekdikti) dibantu oleh pengawas lokal yang telah ditentukan personilnya adalah Lina Anggaraeni Dwijayanti,SST.M.Kes, Luh Ari Arini M.biomed, Nyoman Swandeni SST.,M..A.P.,M.kes, Desak Sugiartini SST.,M.Si, Ketut Espana Giri,M.kes dari Akbid Provinsi Bali, Luh Nik Armini,M.keb dari Akbid Provinsi Bali dan Made Darma Arta S.Kom. “Kita berharap kegiatan UKOM ini dapat memberikan kontribusi dalam menyebrangkan kompetensi tenaga kebidanan yang ada di Kabupaten Buleleng, sekaligus mampu menjadi agen pelayanan kebidanan, serta mampu menjawab tantangan dan harapan masyarakat yaitu mampu memberi pelayanan yang berkualitas beretika sesuai dengan falsafah negara kita yaitu bidan yang berpancasila sejati,” tandasnya.

To Top