Buleleng

Presiden Serahkan Sertifikat Hasil Prona

Sebanyak 6000 bidang seritifikat hasil dari Program Nasional Agraria (Prona) diserahkan secara simbolis oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo kepada masyarakat se-Kabupaten Buleleng di Taman Kota Singaraja, Buleleng, Selasa (26/9). Sebelum menyerahkan sertifikat, Presiden yang akrab disapa Jokowi ini juga menyerahan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Presiden Jokowi mengungkapkan pembagian 6000 bidang sertifikat ini sebagai langkah awal untuk memenuhi target pada tahun 2019 semua tanah di Provinsi Bali sudah bersertifikat. Hal ini menjadikan Provinsi Bali menjadi provinsi yang pertama untuk pensertifikatan seluruh tanah yang ada. Pemenuhan tersebut membutuhkan kerja keras dari Kantor Wilayah Pertanahan yang ada di Provinsi Bali. “Saya juga menyampaikan terimakasih atas kerja keras sehingga hasil yang dicapai sangat bagus,” ungkapnya.
Kerja keras untuk memenuhi target tersebut sangat diperlukan. Karena, menurut Presiden Jokowi, di Indonesia total seharusnya ada 126 juta sertifikat yang diberikan kepada rakyat. Namun, baru ada 46 juta sertifikat yang sudah diberikan. Belum ada setengahnya dari yang seharusnya. Oleh karena itu, pada tahun ini ditargetkan lima juta sertifikat sudah diberikan kepada rakyat. “Tahun ini lima juta, tahun depan tujuh juta, tahun depannya lagi (2019) sembilan juta,” ujarnya.
Sementara, Bupati Agus Suradnyana memanfaatkan momen kedatangan Presiden Jokowi untuk menyampaikan usulan ataupun kebutuhan yang sangat mendesak bagi Kabupaten Buleleng. Usulan yang disampikan kepada Presiden Jokowi adalah pemanfaatan teknologi irradiator gamma untuk pertanian pasca panen. Ini disampaikan karena pertanian masih menjadi pemberi kontribusi terbesar dalam perekonomian di Kabupaten Buleleng. “Teknologi ini diperlukan untuk menjaga kualitas terutama buah-buahan agar bertahan lama mengingat Buleleng merupakan penghasil buah-buahan terbesar di Bali. Anggarannya sudah ada di kementrian. Mudah-mudahan Presiden menyetujui untuk dibangun di Buleleng. Jika Presiden merestui, kami yakin perekonomian masyarakat akan bergerak,” jelasnya.
Selain itu, aksesibilitas dari pusat perekonomian Bali menuju Buleleng menjadi usulan Bupati Agus Suradnyana. Aksesibilitas yang berkelok-kelok dan curam menuju Kabupaten Buleleng menjadi hambatan dalam memajukan perekonomian di Buleleng. Untuk itu, Bupati Agus Suradnyana menyampaikan terimakasihnya karena pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dua titik shortcut di Buleleng yang akan dibangun pada tahun 2018. “Besar harapan kami kepada Presiden untuk setiap tahunnya memberikan bantuan sebanyak dua titik shortcut menuju Bali Selatan. Persoalan aksesibilitas ini akan mampu menjawab ketimpangan pembangunan ekonomi antara Bali Selatan dan Bali Utara,” imbuhnya.
Sedangkan yang terakhir adalah pembangunan bandara di Bali Utara. Rencana pembangunan bandara Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng diharapkan mampu meningkatkan perkonomian di Bali Utara, Bali Timur dan Bali Barat. Pembangunan Bandara di Bali Utara juga akan mampu menjawab target kunjungan wisatawan yang mencapai 20 juta per tahun untuk menutup kekroditan di Bandara Ngurah Rai yang hanya mempunyai satu landasan pacu. “Pembangunan bandara ini juga mampu menjawab persoalan daya tampung. Dengan terkooptasinya pembanguna di Bali Selatan tentunya dibarengi oleh kerusakan lingkungan dan permasalahan masyarakat yang akan mengurangi kualitas pariwisata di Bali,” tandasnya. Wiwin Meliana

To Top