Buleleng

Jokowi Kunjungi Buleleng

Pendidikan menjadi salah satu sektor yang sangat diperhatikan oleh pemerintah. Melalui pendidikan, anak-anak akan menjadi salah satu aset Negara yang tidak ternilai harganya. Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan penerapan program Indonesia Pintar. Hal tersebut merupakan bagian dari Nawacita Presiden Republik Indonesia.

Untuk pertama kalinya, Presiden H. Ir. Joko Widodo datang ke Buleleng. Kedatangannya ke Buleleng untuk melakukan Kunjungan Kerja sekaligus menyerahkan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada anak-anak berprestasi tingkat SD,SMP,SMA/SMK dan masyarakat kurang mampu di Buleleng. Sebanyak 1.000 kartu KPH dan 1.000 kartu KIP diserahkan di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja (26/09).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan pentingnya pemberian gizi bagi anak. Walau hidup sederhana, sebaiknya gizi anak harus tetap diperhatikan. Jokowi juga menegaskan bantuan uang yang diberikan lewat PKH tersebut harus dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga, terutama untuk pendidikan dan gizi anak. “Itu dipakai untuk pendidikan anak dan keperluan gizi anak-anak,” kata Jokowi.

Dirinya menekankan pentingnya gizi bagi anak. Meski masyarakat tidak mampu, dia berharap gizi anak tetap diperhatikan, terlebih sudah mendapat bantuan dari pemerintah lewat PKH. “Saya ini juga anak dari keluarga yang tidak mampu. Tapi urusan gizi diurus sama ibu saya. Diurus. Kalau nggak diurus nggak akan pintar. Di sekolahkan, orang tua pontang-panting, pontang-panting, terus bisa disekolahkan. Saya harap Ibu-ibu juga seperti itu,” katanya.

Dikatakan Jokowi, bantuan uang yang diberikan lewat program PKH itu sebesar Rp 1.890.000. Uang tersebut bisa diambil secara berangsur. Jokowi pun meminta kepala daerah agar Program Keluarga Harapan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran.” kedepan KIP dan PKH itu harus tepat sasaran supaya bermakna bagi masyarakat,” pintanya.(Wiwin Meliana)

To Top