Buleleng

Tingkatkan APK dengan Program Satu Desa Satu PAUD

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) begitu penting sebagai pondasi awal anak-anak sebelum memasuki Sekolah Dasar. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD sebelum memasuki sekolah dasar semakin meningkat. Hal ini terlihat dari semangat masyarakat Buleleng untuk mengirim putra-putrinya mengenyam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ini terbukti dari Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Kabupaten Buleleng yang mencapai 75,07 persen.
APK ini meningkat dari tahun 2016 yang mencapai 74,51%. Hal tersebut diungkapkan Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Aries Suradnyana saat ditemui usai penilaian Apresiasi Bunda PAUD Berprestasi Tingkat Provinsi Bali tahun 2017. Penilaian ini diselenggarakan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng pekan lalu.
Bunda PAUD yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng ini menjelaskan APK yang mencapai 75,07% tersebut sudah memenuhi target nasional. Hal ini dikarenakan berbagai usaha yang telah dilakukan untuk mempermudah akses PAUD ini. Salah satunya adalah satu desa, satu PAUD. Hal tersebut menurutnya sudah dicapai, dengan semua desa atau kelurahan sudah terdapat minimal satu PAUD.
Pelibatan pihak swasta juga sudah maksimal dengan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR). “APK kita sudah memenuhi target nasional sebesar 75%. Itu dikarenakan usaha kita untuk mempermudah akses PAUD dengan satu desa satu PAUD,” jelas Ny. Aries Suradnyana.
Dirinya menambahkan untuk target APK mencapai 80% pada tahun 2018. Target tersebut berani dipasang karena pada saat Penganugerahan Bunda PAUD tingkat Nasional di Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan bersama Bupati Buleleng dan Sembilan Bunda PAUD se-Buleleng dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). MoU tersebut berisi tentang kewajiban anak-anak sebelum memasuki SD untuk memasuki PAUD minimal satu tahun. “Kita berani pasang target 80% karena kita sudah menandatangani MoU dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mewajibkan minimal satu tahun PAUD sebelum SD,” imbuh Ny. Aries.
Untuk keberadaan PAUD ke depan, Ny. Arie Suradnyana mengungkapkan telah mempersiapkan berbagai hal. Salah satunya adalah menginstruksikan para kepala desa untuk mengalokasikan dana desa guna menunjang keberadaan PAUD. Kerjasama juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan untuk keberadaan PAUD. “Salah satu langkah kita adalah meningkatkan status PAUD di desa menjadi PAUD negeri. Sampai saat ini kita di Buleleng sudah mempunyai 25 PAUD negeri,” ujarnya.
Bunda PAUD Buleleng juga dinilai dalam rangka Apresiasi Bunda PAUD Berprestasi Tingkat Provinsi Bali tahun 2017. Penilaian ini ditujukan kepada Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Aries Suradnyana mengenai perkembangan PAUD di Kabupaten Buleleng. (Wiwin Meliana)

To Top