Buleleng

Parade Sampi Gerumbungan Pertahankan Atraksi Tradisional Khas Buleleng

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pariwisata, terus berupaya melestarikan dan memperkenalkan tradisi kebudayaan dengan menggelar atraksi Sampi Gerumbungan pada Jumat, (15/9) sore lalu di lapangan Kaliasem. Parade Sampi Gerumbungan ini digelar serangkaian Lovina Festival 2017 dengan mengambil tema “Enjoy The Different”.
Atraksi tradisional khas Buleleng ini memang selalu menyedot perhatian masyarakat, baik nusantara maupun mancanegara. Panas terik matahari tidak menghalangi semangat masyarakat dan wisatawan baik anak-anak, remaja, dan orang tua untuk menyaksikan keunikan atraksi tersebut.
Ditemui dalam kesempatan itu, Kadis Pariwisata Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna menjelaskan bahwa kegiatan parade sampi gerumbungan ini selalu dilakukan dalam event Lovina Festival, tujuannya untuk memperkenalkan secara berkesinambungan atraksi tersebut kepada wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun manca negara. Terlebih lagi, parade sampi gerumbungan itu sebagai suguhan kepada tamu yacth yang sedang berada di Pantai Lovina. Nyoman Sutrisna juga menambahkan, suguhan parade sampi ini sebagai salah satu upaya Buleleng dalam mempromosikan kesenian tradisional.
Diharapkan para wisatawan yang menikmati atraksi sampi gerumbungan, selanjutnya akan mempromosikan kegiatan ini ke negaranya masing-masing. “Kalau para wisatawan ini terkesan dengan apa yang kita suguhkan tentu itu akan membuat kenangan mereka di sini sehingga mereka akan tertarik akan kembali lagi,” ungkapnya. Itulah sebab dalam parade kali, Sampi Gerumbungan tidak dinilai dari segi kecepatan melainkan dari keindahan gerakan sepasang sapi dan atraksi yang mereka tunjukkan.
Sutrisna menambahkan Sampi Gerumbungan merupakan atraksi tradisional khas Buleleng yang patut diperkenalkan kepada wisatawan sehingga pihaknya akan terus berkomitmen untuk melestarikannya. Salah satu cara dengan selalu menampilkan parade tersebut di berbagai event salah satunya Lovest. Tentu juga disertai dengan pembinaan-pembinaan dari masing-masing Bage baik Timur, Tengah dan Barat. “Pembinaan dilakukan agar sapi benar-benar terlatih sehingga mampu menampilkan keindahan ketika mengikuti perlombaan maupun parade-parade yang ada di Buleleng,” jelasnya.
Dalam atraksi tersebut, para wisatawan mancanegara sangat tertarik untuk mencoba atraksi tersebut, dan pihak panitia pun mengajak para wisatawan tersebut untuk menikmati keseruan menaiki Sampi Gerumbungan. Ada enam pasang sapi yang berasal dari Bage Timur, Tengah dan Barat Kabupaten Buleleng.
Usai mencoba atraksi Sampi Gerumbungan, Jenny Rose asal Amerika Serikat mengatakan sangat tertarik, senang dan merasa bangga sudah diberikan kesempatan mencoba merasakan keseruan hingga meningkatkan adrenalinnya saat menaiki sapi tersebut. Jenny Rose sudah menginformasikan parade Sampi Gerumbungan ini kepada sahabat dan keluarganya di Amerika melalui rekaman video, dan akan turut mengajak sahabat dan keluarga ke Buleleng untuk menikmati kesenian tradisional ini. (Wiwin Meliana)

To Top