Buleleng

Kemasan Unik Gula Asli Pedawa

I Ketut Arya Wirawan

Pedawa merupakan salah satu desa Baliaga yang berada di Kabupaten Buleleng. Selain terkenal dengan wilayah penghasil kopi, gula aren juga menjadi salah satu komoditi unggulannya. Gula Pedawa sudah menjadi ikon desa tersebut karena memiliki rasa yang khas dengan cita rasa gurih dan berbeda dengan gula aren yang dihasilkan oleh daerah lain.
Belakangan gula Pedawa banyak dicari oleh konsumen sebagai oleh-oleh khas Buleleng. Melihat peluang bisnis tersebutlah, I Ketut Arya Wirawan berinovasi dalam memasarkan gula Pedawa. Umumnya gula Pedawa dijual dengan kemasan dan bentuk yang sama dengan gula aren pada umumnya, namun ditangan Arya, gula Pedawa dikemas cantik dan begitu berkelas.
Menurut Arya, hal ini merupakan salah satu cara untuk memberdayakan masyarakat setempat untuk terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar. Gula aren asli Pedawa yang dibuat oleh kelompoknya memang sama dengan gula Pedawa lainnya, hanya saja yang membedakan adalah bentuk dan pengemasan. Gula tersebut dikemas lebih praktis menyerupai bentuk coklat ternama yang banyak diminati masyarakat.
Dengan pengemasan yang simpel dan menarik, Arya mengaku akan menambah nilai jual dan penghasilan masyarakat. “Banyak konsumen yang cari untuk dijadikan oleh-oleh, kalau kemasannya seperti ini jadi mereka bisa beli per pcs sesuai dengan keinginan bukan lagi beli per kilo,” jelasnya. Harga untuk satu batang gula Pedawa berbeda sesuai dengan ukuran. Ukuran kecil dijual Rp 3 ribu dan yang lebih besar Rp 5 ribu. Dalam pengemasan menggunakan aluminium foil agar gula dapat bertahan dalam berbagai suhu, sebab sebulumnya pengemasan menggunakan plastik biasa sehingga menyebabkan gula meleleh ketika akan ditimbang.
Ditambahkan pria yang menjabat sebagai Kepala Dusun Banjar Dinas Desa Pedawa tersebut, dengan pengemasan yang saat ini dilakukan juga turut menambah nilai jual gula tersebut. Jika gula yang yang dijual per kilo mencapai Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu, maka dengan kemasan lebih kecil harga jualnya naik hingga Rp 15 ribu. “Kalau dijual perkilo kan untungnya sedikit, kalau dijual per pcs nilai jualnya naik 10 hingga 15 ribu,” imbuhnya.
Usaha yang tergabung dalam kelompok Bima Dewa (Bumi Mesari Aren Desa Pedawa) ini telah mampu memasarkan produknya melalui pasar online. Pihaknya mengaku aktif memasarkan produk gula Pedawa dalam kemasan melalui media sosial dengan melayani pembelian hampir di seluruh Bali.
Dikemas dengan menarik, rupanya belum lengkap tanpa dicantumkan berat bersih atau netto dari suatu produk. Hal inilah yang masih menjadi salah satu kendala usaha dari kelompok Bima Dewa. Pihaknya belum berani mencantumkan berat bersih dari produk gula Pedawa yang dihasilkan, sebab netto dipengaruhi dari kandungan sari gula aren yang berbeda. “Kami tidak berani cantumkan netto karena kandungan sari aren yang berbeda sehingga berpengaruh terhadap beratnya,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

To Top