Surabaya

Seruni Bodjawati: Pameran bersama Ibunda

Seruni Bodjawati bersama sang ibunda Wara Anindyah diantara beberapa karya yang mereka tampilkan di Surabaya pekan lalu.

Banyak yang bisa dipelajari dan diinspirasi dari lukisan. Seruni Bodjawati, seorang pelukis muda dengan pengaruh semangat perdamaian dan keadilan. Ia mewarnai setiap goresannya dengan akulturasi budaya pribumi dan peranakan.
Putri seniman Wara Anindyah ini mengaku bangga bisa menampilkan 19 karyanya bersama 20 karya lain milik sang ibunda pekan lalu di salah satu hotel di kawasan Dharmahusada, Surabaya. “Lukisan saya tersebar dari lantai bawah hingga atas,” tutur perempuan yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tersebut.
Kisah Cinta Matahari dan Rembulan, Cahaya Terang Sang Pemberani (Ahok), Nirwana Perjuangan Sang Demonstran (Soe Hok Gie), Hidup Penuh Berkah (Budi Santosa dan Tan Tie Seng), dan Romansa Terindah, adalah beberapa dari sekian judul lukisan Seruni yang dipamerkan di Surabaya untuk kali kedua.
Lebih dari 50 kali Seruni menggelar pameran di Indonesia dan beberapa kali di luar negeri. Sebut saja di Jerman (Lite-Haus Gallery dan Plateau Gallery, Berlin), Amerika Serikat (Le Petit Versailles, New York dan Issyara Gallery, New Jersey), Italia, Inggris, Prancis, Hongaria, Singapura, hingga Kamboja. “Saya banyak menggambar tokoh peranakan agar masyarakat semakin tahu peranan peranakan di Indonesia,” ucap perempuan kelahiran Yogyakarta, 1 September 1991 ini.
Selain itu, Seruni juga telah menorehkan banyak prestasi. Mulai dari 50 Puteri Indonesia Terbaik, The Power of Climaterix by Elunar Publisher, Juara I Duta Museum Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana X dan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Perempuan Keren Indonesia pilihan salah satu stasiun televisi nasional dan masih banyak lagi sederetan prestasi lainnya.(Lely)

To Top