Surabaya

Pesona Ngawi dalam “Biwaraning Jagad Awi”

Tari Sesaji Ngawiyat membuka pagelaran budaya bertajuk " Biwaraning Jagad Awi".

Kabupaten Ngawi banyak memiliki daya tarik wisata. Potensi tersebut dikenalkan kepada masyarakat luas dalam sebuah pagelaran bertajuk “Biwaraning Jagad Awi” di UPT Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) Cak Durassim, Jalan Gentengkali, Surabaya, pekan lalu.
Usai meninjau stan bazaar produk unggulan Kota Ngawi, Bupati Ngawi Budi Sulistyo (Kanang) bersama Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi disuguhi Tari Sesaji Ngawiyat sebagai pembuka pagelaran budaya yang digelar selama dua hari tersebut.
Selain itu, kesenian lain yang disuguhkan adalah Tari Singa Jawa Laskar Yuda, Lagu Kutho Ngawi, dan gelar drama tari berjudul “Sang Wirotani”. Pesona kabupaten di lereng Gunung Lawu ini cukup diperhitungkan. Pengembangan dan promosi pariwisata serta upaya edukasi dilakukan kepada khalayak luas terus digencarkan untuk mengetahui potensi dan kekayaan khazanah budaya di Kabupaten Ngawi.
Keberadaan peninggalan Purbakala “Museum Trinil” dan situs sejarah “Benteng Pendem” atau Benteng Van Den Bosch telah diusulkan sebagai ikon yang memberikan dukungan untuk Kabupaten Ngawi sebagai Kota Pusaka.
“Di Ngawi juga terdapat wisata air waduk dilengkapi jet ski, wilayah atas berupa air terjun dan kolam renang dengan view bagus,” jelas Bupati Ngawi.
Jejak sejarah ditemukannya fosil “Phitecantropus Erectus” pada tahun 1891 di Desa Kawu, Kedunggalar, Ngawi dan Sejarah Benteng Pendem (Van den Bosch) peninggalan kemegahan Belanda merupakan bukti sejarah bahwa Kabupaten Ngawi, memiliki historis situs-situs cagar budaya yang sangat layak menjadi tujuan wisata dan menyimpan nilai sejarah dan budaya tinggi.
Guna menunjang pariwisata alam dan budaya tersebut, Bupati melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Perindustrian Kabupaten Ngawi terus berkomitmen meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kerajinan batik dan kuliner.
Slogan Ngawi Berbudaya telah diawali mulai budaya gotong royong, budaya santun, budaya tolong menolong, sebuah upaya bagaimana budaya Jawa bisa dikenal. Caranya, dengan menghidupkan sanggar kesenian dan budaya. Seperti Tari Tapen, Tari Orek-orek, Tari Bulus yang diklaim sebagai khas Ngawi, juga pembinaan dalang cilik yang pernah memecahkan rekor MURI.
Lokasi Ngawi yang berada di wilayah perbatasan juga menjadi acuan pembangunan kota ini sebagai wajah Jatim. “Sedang saya bicarakan dengan pak Gubernur bahwa Ngawi harus diperlihatkan dan dibangun sebagai wajah Jatim,” pungkas orang nomor satu di Ngawi ini.(Lely)

To Top