Mozaik

Pancer Langiit Pentas di Australia

KOMUNITAS Seni Pancer Langiit kembali mendapat kepercayaan menjadi duta seni Indonesia untuk menggebrak panggung seni pertunjukan di luar negeri. Kali ini, komunitas seni binaan A.A. Gde Agung Rahma Putra ini digandeng Yayasan Eling Nusantara untuk menunjukkan kepaiawiannya berolah seni di Australia.
Menurut Ketua Yayasan Eling Nusantara I Wayan Muliana, yayasan yang dipimpinnya memiliki program pengembangan seni budaya dan berupaya mengarahkan generasi muda agar lebih aktif dan bangga mencintai seni budaya warisan leluhurnya. Selain itu, pihaknya juga secara intensif memperkenalkan seni budaya Indonesia tersebut kepada masyarakat dunia.
“Tahun 2017 ini, kami dengan bangga menampilkan Pancer Langiit di hadapan penikmat seni Australia. Di samping menampilkan sejumlah tari tradisional Bali, komunitas seniman muda ini juga akan menampilkan sejumlah tabuh dan tari kreasi khas Pancer Langiit,” kata Muliana. Pihaknya memboyong 48 orang seniman tari dan tabuh beserta crew official untuk pentas di Perth dan Melbourne.
Muliana menambahkan, penampilan rombongan ini juga difasillitasi oleh Pemkab Badung untuk tampil di dua tempat yakni di St. Stephen School, Duncraig dan Ellenbrook Secondary College, Ellenbrook, West Australia. Selama lima hari berada di Perth, mereka menampilkan sejumlah tarian dan tabuh seperti Tari Baris, Tari Topeng Keras, Tari Topeng Monyer dan tiga tari kreasi Pancer Langiit karya Agung Rahma Putra yakni Tari Amertha Sri Bhumi, Tari Carik Kapal dan Tari Legu Gondong.
Tabuh kreasi yang ditampilkan adalah Tabuh Tirta Sanjiwani garapan komposer I Made Suardipa. “Penampilan Pancer Langiit ini juga didukung dua maestro rebab Gung Alit dari Sanggar Bona Alit dan Ary Palawara dari Palawara Music Production,” kata Muliana. Event ini juga dihadiri Konjen RI untuk West Australia Ade Padmo Sarwono yang sangat puas dengan penampilan Pancer Langiit yang berhasil memukau masyarakat Perth, Australia.
Setelah tampil memukau di Perth pada tanggal 14 dan 16 September 2017, rombongan seniman ini juga akan unjuk kepiawaian pada event tahunan Melbourne Fringe Festival yang digelar tanggal 20-24 September di Acland Street Public Plaza dan Footscray Community Art Centre, Melbourne. Event Melbourne Fringe Festival 2017 ini merupakan perhelatan seni budaya terbesar di Melbourne yang menampilkan lebih dari 300 kesenian tari dan musik dari seluruh dunia selama dua minggu.
Dalam Melbourne Fringe Festival ini, Indonesia diwakili oleh dua sanggar seni, yakni Pancer Langiit (Bali) dan Sanggar Seni Kediri, Jawa timur. “Dengan program pengenalan seni budaya seperti ini, kami berharap mampu meningkatkan antusias generasi muda untuk tetap bangga menjadi seniman dan terus berkarya,” tegas Muliana yang turut mendampingi seniman Bali di Australia selama 11 hari. (Sumatika)

To Top