Edukasi

Computer Based Test Stikes Buleleng Telah Divisitasi dan Wajib Dioperasikan

Visitasi oleh Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi ke Stikes Buleleng

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Buleleng memperkokoh diri sebagai PTS bidang kesehatan yang unggul dan terpercaya. Hal ini disebabkan kampus ini mampu menjaga budaya mutu. Budaya mutu tersebut tercermin dari upaya kampus yang selalu mengedepankan kualitas pendidikan. Salah satunya, penerapan CBT (Computer Based Test) yang direncanakan dan dirancang dengan matang untuk sebuah kebutuhan sebagai penunjang kegiatan akademik.
Menurut Ketua Stikes Buleleng Dr. Ners. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si., visitasi telah dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi (LPUK) Tenaga Kesehatan didampingi oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Pusat. Nantinya, sarana IT ini akan menempati lantai III berdampingan dengan wantilan, parkir timur, cafeteria Stikes Buleleng. “Sepanjang diniati dengan jiwa optimis dan untuk kemajuan pendidikan dan kemajuan orang banyak, niscaya Hyang Widhi memberi jalan,” ungkapnya seusai menerima tim Visitasi, Minggu, (3/9).
Pada kesempatan tersebut, Tim LPUK Nakes yang hadir adalah dr. Yulherina dan Rony Rhomdoni, ST. Sementara itu, dari pihak AIPNI juga turut hadir I Made Kariasa, M.Kep. Setelah mendengarkan petunjuk arahan pembekalan dan pelaksanaan khusus dari tim visitasi pusat, perangkat satu set sistem CBT yang terdiri atas 55 unit komputer ini telah dilengkapi personil struktur pengoperasiannya. Sebagai koordinator CBT, Ns. I Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Kep., M.Si., sebagai petugas TI I Made Suwastika Dharma Arta, S.Kep., dan Gede Fajar Angga Ariadi, S.Kep. Sedangkan petugas administrasi Ns. Mochamad Heri, S.Kep., M.Kep., dan Ns. Aditya Angga Pratama, S.Kep., serta petugas kelistrikan Gusti I Ketut Hartawan, S.Kep.
Dengan sarana yang canggih tersebut, kampus yang beralamatkan di jalan raya Air Sanih, Km 11, Bungkulan Singaraja ini nantinya semua ujian berbasis komputer yang dimiliki Stikes Buleleng dapat melakukan ujian kompetensi tenaga kesehatan baik perawat, bidan dan profesi ners bahkan yang lainnya. Dengan harapan ke depannya mahasiswa khususnya almamater Stikes Buleleng tidak ragu lagi menyikapi dan menghadapi uji kompetensi berbasis komputer sehingga hanya perlu meningkatkan dan menyiapkan kompetensi diri baik secara teori maupun praktek. “Ini berarti lembaga tinggi kesehatan Stikes Buleleng yang satu-satunya ada di Singaraja sudah bisa melaksanakan ujian kompetensi berbasis komputer,” imbuh Sundayana.
Disisi lain, seluruh civitas akademika Stikes Buleleng sangat bersyukur dan antusias atas kehadiran sistem CBT, karena selain mahasiswa dapat mengasah dan meningkatkan ilmunya di ruang perpustakaan, lab bahasa, dan lab-lab kesehatan, mereka mulai meningkatkan percaya diri karena ujian yang berbasis komputer sudah bisa dilakukan di lembaga setempat. “Mahasiswa tentu sangat antusias dan bersemangat dalam persiapan menghadapi ujian kompetensi berbasis komputer karena mereka sudah tidak lagi harus ke Denpasar untuk melakukan ujian,” pungkasnya. (win)

To Top