Sosialita

Bali Pink Ribbon: Kampanye Kesadaran Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi pada perempuan berusia 40-55 tahun. Penanganan pada pasien kanker payudara belum menyeluruh. Kesadaran tentang risiko kanker payudara masih terus perlu dibangun. Makin dini penanganan, makin tinggi harapan pasien dapat terselamatkan.
Gaye Warren yang biasa disapa Gaye, terpanggil untuk melakukan kampanye penyadaran kanker payudara. Perempuan berkebangsaan Inggris ini merupakan salah satu pendiri Bali Pink Ribbon (BPR).
Gaye adalah seorang penyintas kanker payudara. Sebelumnya ia tinggal di Jakarta selama lebih dari 20 tahun. Setelah menjalani perawatan kanker payudara, Ibu Gaye dan suaminya pindah ke Bali untuk pensiun. Ia menyadari betapa terbatasnya fasilitas pelayanan untuk penderita kanker di Bali. Meskipun banyak paramedis profesional, klinik dan rumah sakit, hanya ada dua rumah sakit yang menawarkan perawatan kanker payudara kepada pasien.
Sebagai anggota Bali International Women’s Association (BIWA), Gaye mengajak dua temannya dan ketua BIWA untuk melakukan kampanye kesadaran terhadap kanker payudara yang dibarengi dengan upaya penggalangan dana.
Sebagai kelanjutan inisiatif ini, Gaye mempraktekan pengalaman kegiatan kampanye Pink Ribbon di Inggris melalui kegiatan “Jalan Santai”.Untuk kali pertama pada 2009, penggalangan dana dan kampanye kesadaran kanker payudara diselenggarakan dengan berbagai penyesuaian dengan situasi, budaya dan tradisi Bali.
Upaya Gaye dan teman-temannya mendapat banyak dukungan dari para relawan. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan termasuk “Jalan Santai”, berhasil menggalang dana. Dukungan internasional mengalir, khususnya dari Australia dan Singapura. Tidak hanya dukungan dana, dukungan internasional ini meliputi sumbang saran dan bantuan medis. Hal lain yang membanggakan adalah adanya liputan media dan dukungan setempat yang tumbuh karena kesadaran dan simpati yang datang dari masyarakat.
Adalah sebuah kebanggaan bagi Gaye sebagai pendiri Bali Pink Ribbon, bahwa kampanye yang digulirkan telah membuat Yayasan Bali Pink Ribbon menjadi Pusat Dukungan Kanker Payudara. “Keberhasilan kampanye dan penggalangan dana ini berkat dukungan para relawan yang tidak kenal lelah dan tanpa pamrih. Para pendukung dan relawan bukan saja berasal dari berbagai negara, tetapi juga paramedis di Bali dan jajaran pemerintah di tingkat daerah dan nasional,” tuturnya. Ia menambahkan Pusat Dukungan Kanker Payudara yang didirikan Bali Pink Ribbon mulai beroperasi pada Oktober 2013. Lokasinya ada di sebuah ruko di Jalan Dewi Sri IV Kuta.
Bali Pink Ribbon menyelenggarakan pertemuan bulanan bagi para perempuan yang didiagnosa menderita kanker. Pertemuan bulanan ini dilaksanakan biasanya pada akhir bulan. Pada setiap pertemuan mereka yang hadir diberikan kesempatan untuk mendengarkan pengalaman para penyintas, juga berbagi pengalaman mereka sendiri dengan mereka yang hadir, dan mengakses berbagai informasi yang tersedia di perpustakaan. Pada pertemuan bulanan juga diisi dengan kegiatan lainnnya seperti kelas yoga, membuat gelang, demo juice sehat dll.
Dengan dukungan Yayasan McGrath Australia, BPR juga memberikan layanan penyesuaian bra khusus setelah operasi pengangkatan dan payudara buatan. Banyak pasien kanker yang berasal dari Sumba dan Sumbawa yang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Sanglah Denpasar, bergabung dalam pertemuan bulanan BPR. -ard

“Indonesia Goes Pink 2017”

Tahun ini kegiatan Jalan Santai Bali Pink Ribbon kembali dilaksanakan. Pada 7-8 Oktober 2017 Bali Pink Ribbon, Love Pink, Reach to Recovery Surabaya dan Rumah Sakit Onkologi Surabaya menyelenggarakan kampanye kepedulian terhadap kanker payudara, bertajuk “Indonesia Goes Pink 2017”. Kegiatan ini terbuka bagi para pasien kanker, penyintas, kerabat dan keluarganya, para pendukung, relawan dan masyarakat luas.
Sabtu, 7 Oktober 2017, para penyintas akan melakukan lokakarya seperti kelas make-up, kelas self- healing, dan belajar memakai kain, dirangkai dengan talk show dan “Thousand Voices of Survivor Dinner”. Sedangkan Pink Run dan Jalan Santai diadakan Minggu, 8 Oktober 2017. Kategori Pink Run antara lain 5 Km, 10Km, dan 21Km. Pendaftaran untuk Pink Run dapat dilakukan melalui situs www.indonesiagoespink.com.
Pada hari yang sama dilakukan juga pemeriksaan cuma-cuma deteksi dini kanker payudara. Kegiatan Jalan Santai ini bermanfaat langsung bagi perempuan di Bali, bukan hanya sekadar meningkatkan kesadaran.
Acara jalan sehat dan lari tersebut, didedikasikan dan dihadiri oleh penyintas dan penderita kanker payudara dari seluruh Indonesia dan masyarakat di Bali. Adapun tujuan acara ini adalah untuk menyuarakan 1000 suara pasien dan penyintas kanker payudara dari seluruh Indonesia agar pemerintah dapat menyediakan USG dan Mammografi gratis bagi rakyat, sehingga dapat menekan angka kematian yang di akibatkan oleh kanker payudara stadium lanjut.
“Acara Indonesia Goes Pink ini adalah salah satu program kolaborasi terbesar kami dengan Love Pink Jakarta, RS Onkology Surabaya, Reach to Recovery yang bertujuan untuk berbagi kepedulian kepada teman teman diluar sana yang sedang berjuang melawan kanker. Mari turut berpartisipasi untuk mengampanyekan Bali bebas pasien payudara stadium lanjut di tahun 2030,” pungkasnya. -ard

To Top