Kolom

Perlu Inovasi: Tantangan Radio di Era Globalisasi

Utami Dwi Suryadi

Radio adalah alat elektronik yang digunakan sebagai media komunikasi dan informasi. Bentuk radio sangat beragam tapi secara sederhana bisa dibagi ke dalam dua bagian besar. Pertama, radio sebagai alat penerima informasi yang kedua radio sebagai pemberi informasi. Radio sebagai pemberi informasi atau stasiun radio adalah media tempat mengelola informasi yang menggunakan frekuensi sebagai media penyampaian informasinya.
Kekuatan radio, bersifat langsung, yakni pendengar bisa langsung mendengarkan informasi yang disiarkan. Detik itu kita bicara detik itu juga pendengar bisa mendengarkan apa yang kita bicarakan. Cepat, radio punya sifat cepat karena dia menggunakan ranah publik yakni frekuensi sebagai alat antar informasinya tidak seperti media cetak yang menggunakan kertas. Radio sangat berperan besar saat kemerdekaan. Radio merupakan alat vital komunikasi yang digunakan zaman dulu. Bagi pengendara mobil, radio masih bisa didengarkan di mobil, sebatas mendengar musik. Namun, anak-anak muda, lebih suka memutar musik dari ponsel mereka. Zaman dulu, radio sangat dipuja karena banyaknya cerita kolosal yang diputar seperti Saur Sepuh. Namun, sekarang, orang lebih suka menonton cerita tersebut di televisi karena mereka bisa melihat langsung aksi para pendekar.
Dengan berkembangnya media sosial, peran radio mulai kurang maksimal. Namun, radio tetap dicintai para generasi lanjut usia di perdesaan. Untuk urusan penyuluhan pertanian, radio masih menjadi andalan untuk di perdesaan. Sinyal radio masih kuat memancar di perdesaan. Bahkan, untuk urusan bencana, radio sebagai alat komunikasi masih menjadi andalan. Misalkan saja radio komunitas yang fungsinya dapat dijalankan untuk meredam konflik antar etnis di dalam sebuah daerah.
Radio memainkan peran penting karena tidak semua daerah di Indonesia yang dapat terjangkau oleh media cetak, televisi, dan internet. Selain itu, radio juga memberi arti penting bagi perkembangan dunia komunikasi dimana seni berbicara untuk menarik perhatian orang terus berkembang di dalam dunia penyiaran radio, dan secara tidak langsung memberi andil untuk media lain seperti dunia pertelevisian, media cetak dan lainnya.
Radio tidak boleh dibiarkan mati. Walau trend-nya kini telah terkikis zaman, namun radio juga memberi andil bagi dinamika ekonomi dan aspek-aspek lainnya walau kecil. Di era globalisasi, radio perlu inovasi. Semoga radio dapat terus dilestarikan dan dikembangkan tidak hanya pemerintah namun juga seluruh elemen masyarakat yang peduli akan keberlangsungan media kreatif ini.

Utami Dwi Suryadi
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali

To Top