Buleleng

Pemkab Buleleng Salurkan Bantuan BSPS

Penyerahanan BSPS kepada masyarakat di Kecamatan Kubutambahan

Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia. Rumah juga berfungsi meningkatkan harkat, martabat, mutu kehidupan, dan penghidupan. Rumah juga sebagai cerminan diri pribadi dalam upaya peningkatan taraf hidup, serta pembentukan watak, dan kepribadian bangsa. Oleh karena itu setiap warga Negara berhak untuk memiliki tempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat. Namun sayangnya hak dasar rakyat tersebut masih belum terpenuhi.
Maka dari itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada warga kurang mampu yang ada di Kabupten Buleleng. Ada sebanyak 674 warga kurang mampu dari 9 desa dan kelurahan di Buleleng yang mendapatkan bantuan tersebut. Dibandingkan dengan Kabupaten lain di Bali, Buleleng merupakan daerah yang paling banyak mendapatkan bantuan BSPS tersebut.
Penyerahan BSPS ini dilakukan di dua Kecamatan yakni Kecamatan Seririt dan Kecamatan Kubutambahan yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, Rabu (6/9). Untuk Kecamatan Seririt, Penyerahan diselenggarakan di Balai Serbaguna Desa Lokapaksa dan untuk Kecamatan Kubutambahan diselenggarakan di Lapangan Besi Mejajar Desa Kubutambahan. Untuk kriteria penerima BSPS adalah warga yang kurang mampu dan hanya memiliki penghasilan kurang dari Rp.2,5 juta perbulan.
Kepala Dinas Perkimta Buleleng, Komang Surattini menjelaskan Pemkab Buleleng menguslukan BSPS ke Pemerintah Pusat setiap tahun. Tahun 2016 ada sebanyak 730 lebih warga Buleleng yang mendapatkan bantuan, dan tahun 2017 ini sebanyak 674 warga. Masing-masing warga penerima bantuan mendapatkan dana maksimal Rp.15 juta sesuai dengan kebutuhan. “Dana ini ditransfer ke rekening tabungan, jumlahnya maksimal Rp.15 juta, “ ujar Kadis Perkimta, Komang Surattini.
Surattini menambahkan, dana bantuan tersebut tidak bisa dicairkan langsung oleh penerima bantuan namun warga penerima bantuan harus membuat kelompok kerja untuk melakukan pembelian material bangunan. Nantinya, pihak bank yang akan membayarkan langsung material bangunan tersebut kepada penyedianya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG mengakui alokasi bantuan ini bersumber dari APBN tahun anggaran 2017. Dari jumlah RTLH 9.646 unit sampai dengantahun 2017 sudah dibangun sejumlah 1.727 unit sehingga masih menyisakan RTLH yang layak dibantu sejumlah 7.919 unit rumah. “Harapan kami, ditahun-tahun yang akan datang program BSPS tetap dapat dilaksanakan di Kabupaten Buleleng sehingga dapat meringankan beban masyarakat dalam meningkatkan kualitas rumah sehingga rumah tidak layak huni dapat berkurang secara bertahap,” sambungnya.
Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Penyediaan Perumahan Priovinsi Bali, I Wayan Suardana, ST,MT., mengatakan Kabupaten Buleleng merupakan wilayah yang terbanyak mendapatkan bantuan dibandingkan dengan daerah lain di Bali. Suardana mengatakan, Di Bali, ada 7 Kabupaten yang mendapatkan bantuan yang sama dari Kementerian PUPR. Bantuan ini merupakan bantuan dari Kementerian PUPR bertujuan membangkitkan prakarsa untuk warga agar bisa menempati rumah dengan rumah layak huni. “Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa lebih banyak warga yang mendapatkan banguan ini,” ujar Suardana. ( Wiwin Meliana).

To Top