Buleleng

Sidang Paripurna Istimewa DPRD Buleleng Bupati PAS Sampaikan Capaiannya

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng menggelar Sidang Paripurna Istimewa di Ruang Sidang Paripurna, Gedung DPRD Kabupaten Buleleng, Selasa (29/8). Sidang ini memiliki agenda tunggal yaitu penyampaian pidato sambutan Bupati Buleleng periode 2017-2022. Kegiatan ini berselang dua hari dari pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih periode 2017-2022.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST., menjelaskan selama lima tahun kepemimpinannya di masa jabatan pertama telah meraih berbagai capaian. Hal tersebut dimulai dari pertumbuhan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Buleleng sampai dengan tahun 2016 mencapai angka 5,02 persen. Angka ini masih berada di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional. “Angka pertumbuhan ekonomi kita sampai dengan tahun 2016 berada di angka 5,02 persen. Angka tersebut masih berada diatas  pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Terkait program kesehatan, daya beli dan angka harapan hidup masyarakat Buleleng, Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengatakan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Buleleng pada tahun 2012 berada pada angka 68,29 persen dan pada tahun 2016 IPM Kabupaten Buleleng mencapai 70,65 persen. Berarti, IPM Buleleng mengalami peningkatan sebesar 2,36 persen. “Dengan begitu IPM kita termasuk dalam kategori Level IPM Tinggi dan IPM kita berada di atas angka IPM nasional sebesar 70,18 persen,” ucap Agus Suradnyana.

Mantan Ketua Komisi III DPRD Bali ini juga mengungkapkan untuk program pengetasan kemiskinan, presentase kemiskinan di Buleleng mengalami penurunan sebesar 0,95 persen dari 6,74 persen pada tahun 2015 menjadi 5,79 persen pada tahun 2016. Sedangkan untuk penyediaan lapangan kerja yang diukur dari tingkat pengangguran terbuka menurun sebsar 1,11 persen dari 3,15 persen pada tahun 2012 menjadi 2,04 persen pada tahun 2016. “Presentasi kemiskinan dan pengangguran kita juga menurun. Masih berada dibawah angka kemiskinan nasional dan angka pengangguran terbuka nasional,” ujar Agus Suradnyana.

Berbagai penghargaan juga dicapai oleh Pemkab Buleleng dibawah kepemimpinan Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra. Di antaranya penghargaan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama tiga tahun berturut-turut untuk pengelolaan keuangan daerah tahun 2014, 2015, 2016. Atas penghargaan itu Pemkab Buleleng telah menerima dana Insentif sebesar Rp. 55,33 Milyar. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat signifikan dari Rp. 129 Milyar pada tahun 2012 menjadi Rp. 351 Milyar pada tahun 2017.

Menyikapi diselenggarakannya berbagai festival, Bupati yang akrab disapa PAS ini kembali menjelaskan bahwa salah satu program 12 PAS adalah pelestarian budaya. Oleh karena itu, dengan adanya festival yang di branding dengan berbagai nama,   maka makin kuat pula proses penggalian, pelestarian, pengembangan sekaligus promosi potensi daerah. Dari sisi jangka pendek, festival dengan kasat mata dapat dilihat sebagai wahana kepada masyarakat kecil untuk terlibat mendapatkan keuntungan melalui penjualan produk. “Dengan adanya festival, tentunya mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih. Festival senantiasa diikuti oleh proses transaksi ekonomi yang dilakukan masyarakat kecil,” tandasnya. ( Wiwin Meliana)

 

 

To Top