Surabaya

Pantai Tiga Warna “Surga” di Pesisir Malang Selatan

Ombak menderu merdu. Gradasi kilauan pasir putih bersemu merah muda begitu indah. Lapisan rona biru pekat dan hijau tosca air laut menyejukkan mata, melambangkan kebebasan. Pesona Tiga Warna bukan sekadar asupan jiwa, namun, inilah “surga” tersembunyi bagi penikmat alam bebas.

Pantai Tiga Warna terletak di Desa Tambakrejo, Dusun Sendang Biru, Kecamatan Sumber Manjing Wetan Sumawe, Kabupaten Malang. Pantai ini termasuk dalam kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) yang dikelola Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru.

Seperti sebuah petualangan, memasuki kawasan bukit sepanjang 3 km cukup melelahkan dan menanjak. Ada dua pos yang mesti disinggahi oleh pengunjung. Perjalanan dari lokasi parkir menuju pos pertama berjarak sekitar 1,5 km. Bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik ojek dengan tarif bersahabat. Persinggahan awal berlokasi di pos dua jelang pendakian singkat. Disini pengunjung wajib membayar tiket senilai Rp 10.000/orang, berikut tarif jasa seorang pemandu sebesar Rp 100.000. Selain itu, petugas akan mendata semua barang bawaan yang berpotensi menghasilkan sampah. Seperti botol air mineral, bungkus rokok, masker sekali pakai, dan sebagainya.

Pos pertama, merupakan pos wajib saat turun guna pemeriksaan. Tak boleh sembarangan membuang sampah atau akan dikenakan hukuman memungut kembali ke lokasi. Jika tak ketemu bekas sampah tersebut, bisa risiko terkena sanksi denda sebesar Rp 100.000.
Usai menyelesaikan administrasi, wisatawan menempuh perjalanan menyusuri hutan mangrove sepanjang kurang lebih 30 menit. Melalui enam pantai menawan, Pantai Clungup, Pantai Gatra tempat mendayung kano serta mendirikan tenda, Pantai Savana, Pantai Mini, Pantai Batu Pecah, dan tujuan utama Pantai Tiga Warna. Medan cukup menantang, full tracking naik turun bukit tiga kali. Jika jalan licin saat hujan, otomatis tidak bisa dilewati karena curam.
Pantai Tiga Warna merupakan salah satu pantai yang terdapat dalam kawasan konservasi sejak 2012 atau disebut dengan Marine Protective Area (MPA), yaitu kawasan yang dilindungi baik sebagian ataupun keseluruhan lingkungannya oleh peraturan perundang-undangan. Termasuk dalam kawasan konservasi terumbu karang, dan merupakan satu-satunya pantai di Malang Selatan yang bisa digunakan untuk snorkling. Cukup merogoh kocek 20.000/orang selama dua jam di kawasan surga tersembunyi ini. Tidak perlu khawatir, karena pemandu akan mengawasi barang dan keselamatan pengunjung.
“Pantai 3 warna harus pakai pemandu, karena kawasan konservasi terumbu karang,” kata Mbah Min, pria paruh baya yang kesehariannya menjadi guide bagi tamu. Meski kondisi terumbu karang di pantai ini hampir seluruhnya mengalami pemutihan (bleaching). Coral bleaching disebabkan kenaikan suhu permukaan air laut dan alga yang bersimbiosis dengan hewan karang terlepas menyebabkan karang tidak mendapatkan asupan makanan sehingga pigmen yang terdapat pada karang memudar, namun pesona Tiga Warna sungguh mampu menghipnotis mata memandang.
Bagi yang ingin berwisata, Pantai Tiga Warna dibuka mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00. Jangan lupa, pengunjung hanya boleh berada di sini selama 120 menit atau sekitar dua jam. Setelah itu harus turun dan bisa menikmati pantai lainnya sepuas hati tanpa batasan waktu. “Karena pemandu punya jadwal shift tiap dua jam sekali bergantian,” imbuh pria bernama lengkap Toyyimin tersebut. (Lely Yuana)

 

To Top