Kuliner

Warung Kemu’lan: Nostalgia bersama Menu Tradisional

tipat

Mencari warung dengan suasana alami dan menu makanan tradisional di daerah Sibang tidak sulit. Kini hadir Warung Kemu’lan di Jalan Raya Gerih, Blumbungan 108, Sibang Kaja.

Menu yang disajikan di antaranya tipat ke salon (mecatok), batun bedil (gun stone), mi tabrak (tabia barak). Ada juga menu nasi sela kemulan, bubur kemulan kesuna cekuh, bubur kemulan spesial.

“Kami hadir untuk ikut melestarikan kuliner Bali sekaligus menopang kegiatan agama dan budaya,” ungkap Gusti Nyoman Muriasta, Marketing Manager Kemu’lan.

Ia menuturkan nama Kemu’lan berasal dari kata Kemulan. Filosofi kemulan, sebagai tempat berstana leluhur. “Tanah tempat warung ini milik leluhur. Kami ingin melestarikannya dengan hal produktif dan menyatukan semeton dan komunitas,” ujarnya.

Warung Kemu’lan didesain sebagai tempat yang mempertahankan nilai tradisional tetapi pengelolaannya yang profesional. Muriasta menambahkan warung Kemu’lan menampilkan kuliner tradisional sebagai produk unggulan, tidak hanya untuk warga lokal tapi juga konsumen mancanegara. “Kemu’lan juga diartikan kesan yuk, let’s go,” jelasnya.

Di lahan dengan luas total 64 are dan luas bangunan 13 are, warung Kemu’lan siap untuk segala macam aktivitas outdoor.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bernostalgia, karena menyajikan makanan-makanan tempo doeloe, mungkin saat mereka hidup susah. Tempat ini juga bisa menjadi tempat melepas beban sesaat,” ujarnya tentang tempat yang berada di antara Green School dan Green Village ini.

Warung Kemu’lan buka pukul 10.00-21.00. Harga berbagai menu kuliner yang ditawarkan sangat bersaing, mulai Rp 8.000. (Ngurah Budi)

To Top