Kuliner

Gerai Kedua Black Eye Coffee & Roastery: Kenalkan Kopi Pupuan

Bagi Anda pecinta kopi, kini Anda akan lebih dimanjakan dengan dibukanya gerai kedua Black Eye Coffee Roastery Brewing Bar & Kitchen  di Jalan Raya Sunset Road 168, Kuta.

Black Eye Coffee Roastery Brewing Bar & Kitchen  memilih tema puzzle untuk desain interiornya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya spot dan furnitur di dalam gerai yang berbentuk potongan-potongan geometris, seperti custom chair, bar hanging rack, floor, dan celling. Secara keseluruhan arsitektur Black Eye Coffee Roastery Brewing Bar & Kitchen  memilih memanfaatkan peletakan kombinasi yang pas antara media kayu dan semen.

Vice President Director Secret Garden Village,  Ana Dewi Permana mengatakan,  Black Eye Coffee Roastery Brewing Bar & Kitchen  merupakan gerai kedua setelah gerai pertama  di areal Secret Garden village Bedugul.  Ia mengatakan, ada tiga pilar utama yang ingin ditawarkan Black Eye Coffee Roastery Brewing Bar & Kitchen. Selain untuk mengenalkan kopi Indonesia, juga edukasi kepada para konsumen, dan memberikan berbagai inovasi kopi.  “Selain gerai kopi, yang spesial dari  Black Eye Coffee Roastery Brewing Bar & Kitchen ini, tersedia aneka varian makanan sehat,” ujar Ana Dewi Permana, saat soft launching, Sabtu (26/8).

Sementara, menurut Store Manager, R. Deryl Juniar, yang sudah berpengalaman di bidang kopi dan operasional ini, pecinta kopi akan dikenalkan lebih dalam melalui metode coffee talk atau manual brewing. “Selama metode manual brewing ini dijalankan, terjadi pembicaraan antara  penikmat kopi dan barista selama selang waktu 2-4 menit sembari barista meracik kopi,” ujar Deryl.  Penikmat kopi juga bakal dimanjakan dengan metode cupping yakni mencicipi aneka cita rasa kopi.

Ia mengatakan ada 7 varian rasa kopi yang disajikan di Black Eye Coffee Roastery Brewing Bar & Kitchen Mulai jenis kopi arabica dari Aceh,  Mandailing, Malabar Jabar, Flores, Toraja, dan  Kintamani.  Ada juga jenis robusta  dari Lampung dan Pupuan.

Ia mengatakan, yang unik dari gerai kedua Black Eye Coffee Roastery ini, sedang diperkenalkan kopi khas Pupuan.  Deryl mengatakan, kopi Pupuan memiliki kelebihan yakni kualitas kopi robusta yang baik. Petani Pupuan punya trik jitu untuk mendapatkan kualitas yang baik, yakni dengan metode petik buah kopi yang merah. Kemudian,  buah kopi yang merah mengalami proses penjemuran,  sampai kulit buah kopi menjadi hitam.  Kemudian dimasukkan ke mesin roastering agar kadar airnya mencapai 12,5%.

Selama ini, ia menilai, petani kopi jenis robusta memetik buah kopi tanpa memisahkan warna buah, sehingga warna yang dihasilkan tidak merata. Untuk itu, edukasi kepada petani  terus dilakukan agar memperbaiki pasca panen, dengan trik kualitas  dijaga dengan cara metode petik merah.

Deryl yang mengetahui banyak tentang perkopian ini mengatakan, saat kopi direndam, buah kopi yang rijek atau rusak akan mengambang. Buah kopi yang rusak  ini kemudian diolah dijadikan pupuk. Sementara, buah  kopi yang bagus dijemur 2-4 minggu kemudian diproses menjadi kopi.

Saat ini, kata dia, kebutuhan kopi Black Eye Coffee Roastery di Secret Garden Village untuk satu bulan sekitar 1 ton. “Tentu dengan dibukanya gerai  kedua, kebutuhan kopi akan meningkat. Intinya, kami  sangat mendukung kelangsungan petani lokal, karena itu, kami ingin memperkenalkan kopi khas Pupuan yang juga punya banyak kelebihan,” katanya.

Selain itu, dengan dibukanya gerai kopi kedua ini, ia ingin mengajak masyarakat untuk mencicipi harumnya kopi Indonesia.

Ana Dewi Permana menambahkan, untuk konsep kitchen, memang sengaja  dipilih open kitchen, tujuannya untuk menonjolkan proses pembuatan makanan yang sehat, hygienes dengan peralatan yang modern. Pengunjung dapat melihat langsung proses penyajian menu yang dipesan. Selain tersedia menu simple meal seperti burger, pasta, salad,  juga menyediakan beragam menu vegetarian dan juga menyediakan menu andalan The Luwus Restaurant yakni bebek timbungan dan nasi bakar salmon.

Selain menampilkan gerai kopi dan restoran, ada yang menarik dari Black Eye Coffee Roastery Brewing Bar & Kitchen. Aneka peralatan masak modern mulai dari kompor dan alat-alat masak terpajang rapi. Bahkan, di dalam gerai, juga ada demo masak.

Menurut Direktur PT Dapur Inspirasi Nusantara, Floridus Sukur, konsep hospitality centre sedang digagasnya dalam satu areal Black Eye Coffee Roastery Brewing Bar & Kitchen.  Sesuai dengan visi dan misinya, melayani konsumen dengan baik, ia ingin pelanggan tidak hanya makan, tapi juga mengetahui dengan baik bagaimana proses pengolahan makanan  tersebut dengan alat-alat  yang berkualitas. “Intinya, kami juga ingin mengedukasi masyarakat, bahwa pembeli tidak hanya membeli produk begitu saja, tapi juga nilai edukasi di dalamnya,” ujarnya.

Jika masyarakat ingin membeli peralatan memasak, mereka bisa langsung berkonsultasi dengan baik sehingga mereka merasa puas setelah membeli alat tersebut. “Kami melayani peralatan masak untuk rumah tangga, juga hotel dan restoran. Di sini juga ada demo masak dengan menggunakan alat-alat yang kami jual. Untuk harga sangat terjangkau dan produk yang berkualitas. Kami memberikan pengetahuan tentang dapur dan memanjakan para chef dan pengusaha restoran dengan produk yang berkualitas,” kata Floridus. (Wirati Astiti)

To Top