Griya

Kreasi Wall Decor

Beberapa desain wall decor

Kreatif dan inovatif bisa diterjemahkan dalam segala hal, salah satunya pada sebuah karya handicraft wall decor. Adalah Kadek Wherna, owner Exclusive Design yang berlokasi di Jalan Raya Kerobokan, Denpasar ini dibantu oleh Ngurah Arya, mencoba mengolah material plat menjadi sebuah karya seni yang memiliki nilai estetika tinggi.

“Kami baru 2 minggu buka disini, pusatnya di Tegallang Ubud. Sudah belasan tahun disana,” ucap Ngurah Arya.

Material utama wall decor ini adalah plat dan kawat sebagai rangkanya. Selain wall decor, juga ada kap lampu yang digantung maupun duduk.

Proses pembuatan wall decor ini dijelaskan Ngurah Arya, dimulai dari pembuatan rangka dengan kawat. Kemudian menentukan objek (motif) yang akan dibuat. “Dalam proses membentuk motif ini, plat dipotong/digunting, dipukul-pukul, dll. untuk mendapatkan teksturnya, mendekati objek aslinya,” ujar Ngurah Arya.

Setelah selesai, baru kemudian plat-plat yang sudah berbentuk itu disambung pada rangka dengan dilas. Selanjutnya dilakukan perendaman di air keras selama kurang lebih 10 menit, yang berfungsi untuk menghilangkan karatan dan bersih. Dijemur sebentar, lalu kembali digerinda untuk mendapatkan tekstur natural. Proses finishing, dicat. “Untuk finishing tembaga, dicat dasar hitam, setelah itu ditumpuk memakai warna tembaga,” jelasnya.

Ada berbagai motif desain yang dibuat, seperti motif pakis, bambu, batik, ikan, moon kotak, daun teratai, kamboja, lotus, sakura, mawar, talas, anggrek, piringan, daun anggur, daun nangka, daun runcing (kecil). Daun kangkung, keong, kura-kura, burung, gajah, angsa, kupu-kupu, mirror mawar, dll. “Ada juga motif copper (tembaga) batik yang material aslinya memang tembaga. Ini cetakan batik, kami set jadi seperti ini,” ujar Ngurah Arya sembari menunjuk wall decor berukuran 1,5 x 1,5 meter yang bernilai Rp 25 juta tersebut.

E-Design juga mencoba mengembangkan wall decor ini dari bahan kayu dan stainles.
Material stainles diakuinya memang harganya lebih mahal. Namun, mudah dalam proses finishingnya, hanya digosok memakai lap dan cairan khusus saja biar mengkilap.

Wall Decor ini dikatakan Ngurah Arya banyak dibeli konsumen untuk dipasang di vila. “Target pasarnya menyeluruh, dijual retail dan by order. Namun, selama ini didominasi kewargaan Australia. Sementara di Ubud banyak suka orang India,” pungkasnya. (Inten Indrawati)

To Top