Kolom

OLAHRAGA BANYAK MANFAAT, MENGAPA SULIT DILAKUKAN?

Saya ngga mood, mau apa-apa males, bawaannya cape terus, ngga semangat apalagi diminta olahraga”. Adakah yang mengalami hal tersebut beberapa waktu terakhir? Dimana saat kita akan beraktivitas, rasanya tubuh ini sangat berat untuk memulai bahkan merasa lelah sebelum hal tersebut terlewati. Dalam sepekan ini sudah berapa menit yang Anda luangkan untuk berolahraga?.

Olahraga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh dan juga mental kita. Dengan berolahraga kita dapat meningkatkan energi dalam diri. Hal ini dikarenakan fungsi tubuh bekerja lebih maksimal yang menjadikan oksigen dalam tubuh bersirkulasi dengan baik di dalam sel tubuh. Saat tubuh bugar, kita menjadi lebih maksimal menjalani kegiatan sehari-hari termasuk dalam berkonsentrasi dan mengelola stres.

Secara psikologis, berolahraga dapat membuat suasana hati kita menjadi lebih positif. Ketika kita merasakan suasana hati yang negatif cobalah untuk berolahraga. Mengapa? Karena dengan olahraga kita dapat menemukan suatu kegiatan yang bermakna dan dapat membuat kita lebih bersemangat dan percaya diri. Hasil studi menunjukkan bahwa seseorang yang rutin berolahraga cenderung lebih rileks, mendapatkan waktu tidur yang berkualitas, lebih positif dalam keseharian, serta memiliki kualitas hidup yang baik.

Olahraga adalah salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kecemasan dan stress. Ketika kita stres biasanya akan disertai dengan gejala fisik seperti leher yang kaku, pegal-pegal, atau sakit kepala. Dengan berolahraga hormon endorfin tersekresikan dalam tubuh, membuat kita bahagia dan otot-otot tubuh menjadi lebih rileks. Selain itu, olahraga dapat menjadi salah satu cara sehat ketika kita sedang menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Olahraga kita jadikan sebagai media untuk melepaskan segala tekanan dan kepenatan yang terjadi dalam rutinitas kita.

Banyak dari kita menyadari bahwa olahraga memberikan dampak yang positf bagi kesehatan. Meski demikian, mengapa sebagian dari kita masih banyak yang mengalami kesulitan untuk mempertahankan rutinitas berolahraga?.

Ada beberapa kendala yang terjadi saat kita akan memulai ataupun mempertahanakan pola olahraga yang sudah kita lakukan. Faktor tersebut dapat berasal dari luar maupun dalam diri kita. Faktor di luar diri yang dapat menghambat misalnya seperti banyaknya rutinitas penting yang menyita banyak waktu kita. Faktor lainnya adalah keterbatasan ruang gerak ataupun fasilitas untuk melakukan olahraga sekalipun dalam ruangan.

Salah satu kondisi dalam diri yang dapat mempengaruhi adalah kesulitan kita saat akan memulai berolahraga. Kutipan “Ketika ada niat kita akan menemukan  jalan, jika tidak ada saja alasan” dapat menjadi gambaran bahwa mengawali sesuatu termasuk berolahraga memerlukan niat. Saat kita mengeluhkan tentang segala kondisi, cobalah untuk mengawalinya dengan melihat segala hal positif yang akan didapat setelah kita berolahraga.

Yuk, pertama-tama kita niatkan hati untuk berolahraga. Memang di awal-awal kita akan merasakan ketidaknyamanan paska olahraga. Tubuh mungkin akan terasa pegal dan rasa ingin beristirahat yang tinggi dan akhirnya menunda untuk melakukan rutinitas berolahraga. Meski demikian cobalah untuk mendorong diri sehingga kita mulai merasakan manfaatnya dan lebih termotivasi untuk mempertahankan hal tersebut. Sebagai contoh, hari pertama dimana kita akan memulai berolahraga, tak jarang kita menunda dan menyatakan “ah, besok sajalah”. Tanamkan dalam niatan kita dengan mengganti pernyataan tersebut menjadi “ya, sekarang, saya mulai” kemudian disertai dengan tindakan berolahraga yang nyata.

Kedua, mencoba menikmati bahwa hasil dari olahraga bukanlah sesuatu yang instan. Sebagian besar individu pasti mengharapakan hasil yang maksimal dari setiap usaha yang dilakukan, termasuk dalam berolahraga. Terkadang harapan atas hasil yang instan membuat kita putus asa ketika menjalani pola berolahraga. Misalnya saja ketika kita mengikuti program olahraga untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal dan psikologis yang lebih sehat. Tentu waktu yang diperlukan tidaklah 1 atau 2 hari melainkan bertahap. Saat kita mulai memikirkan hasil yang cepat biasanya kita menjadi tidak sabar dan kecewa. Kita menjadi lupa akan manfaat dari proses olahraga dan cenderung mencari cara lain yang dapat memenuhi keperluan kita seperti konsumsi obat-obatan.

Ketiga, mulailah karena pergerakan kecil lebih baik daripada tidak sama sekali. Kemudian lakukan olahraga secara berjenjang, mulai dari tingkatan yang sederhana kemudian yang lebih tinggi. Kita dapat melakukannya bersama dengan keluarga atau orang-orang terkasih. Bisa jadi hal ini dapat membuat kita semakin senang dan termotivasi. Selain itu, sesuaikan bentuk olahraga dengan kondisi fisik kita. Jika perlu konsultasikan dengan ahlinya sehingga membuat kita lebih yakin, nyaman dan aman ketika berolahraga. Tidak lupa, berikan hadiah untuk diri sendiri atas pencapaian kita.

Jadi, kapan akan memulainya? dan semakin yakin untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kebiasaan kita?

Made Padma Dewi Bajirani

(Mahasiswi Magister Psikologi
Profesi Bidang Klinis,
Universitas Gadjah Mada)

To Top