Edukasi

“Reading Day” Galang Kebiasaan Anak Baca Buku

“Denpasar Book Fair” serangkaian Hari Suci Saraswati dengan tema “Spirit Saraswati Cerdaskan Anak Indonesia dalam Keberagaman dan Kebangsaan”

yang berlangsung di Kawasan Pendidikan, Pedestrian Jalan Kamboja Denpasar telah berakhir dengan acara pemberian penghargaan pada para pemenang berbagai lomba.

Agenda tahunan yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar pada Agustus 2017 itu bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat baca dan tulis sedini mungkin. Selain itu, agar generasi muda terbiasa menjadikan buku sebagai investasi kesuksesan di masa depan.

Ada yang menarik pada penyelengaraan ‘Denpasar Book Fair’ ke -10 dan sekaligus Perayaan HUT ke- 72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut. Di hari pertama acara ‘Denpasar Book Fair’ , Penerbit Airlangga yang aktif mengisi acara, untuk pertama kalinya menyuguhkan kegiatan “Reading Day” di arena ‘Denpasar Book Fair’.

Menurut Rachmadi dari Penerbit Airlangga, dalam rangka meningkatkan budaya literasi dan minat baca siswa, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dilakukan berbagai terobosan. “Salah satu program yang kami terus gencarkan adalah ‘Reading Day’,” katanya.

Maka, bersamaan dengan adanya acara ‘Denpasar Book Fair’ saat itu digelar sebuah program kreatif  bernama ‘Reading Day’ yang diharapkan bisa menjadi wadah untuk meningkatkan kebiasaan siswa – siswi sekolah dasar (SD) gemar membaca buku. Karena, katanya disanalah terlihat kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi, setelah melakukan proses membaca

Saat itu Rachmadi mengaku bangga, meski kegiatan tersebut baru pertama kali di langsungkan di ‘Denpasar Book Fair’, namun murid-murid SD peserta “Reading  Day “  berhasil memperlihatkan kemampuan mereka dengan segenap potensi dan skill yang dimiliki. Hal ini, lanjutnya karena konsep yang dikembangkan adalah bermain sambil belajar, sehingga anak-anak menjadi senang menjalankannya.

Ternyata mereka dengan diberikan diberikan waktu 15 menit untuk membaca sebelumnya, saat tampil hampir seluruh peserta mampu menceritakan kembali isi buku yang di bacanya tersebut dengan gaya bahasanya masing-masing dan mereka bukan hanya bisa bicara secara sistematis tapi juga percaya diri. Bahkan beberapa anak mampu menyimpulkan inti  sari yang bisa dipetik untuk dilaksanakan dalam kegiatan mereka sehari-hari.

Selanjutnya Rachmadi mengatakan jika acara ‘Reading Day’ juga sudah dilaksanakan di beberapa sekolah. Selanjutnya, melihat hasil dari ‘Reading Day’ yang pertama di “Denpasar Book Fair” tahun ini, ia pun ingin melanjutkan di acara Book Fair berikutnya , tentu dengan menghadirkan lebih banyak lagi peserta. Sebab, untuk awal, peserta nya terdiri dari anak-anak dari SD yang ada di seputar Pedestrian Jalan kamboja.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Wayan Gatra didampingi Ketua Panitia yang juga Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar , IGA. Laxmy Saraswaty mengutip penjelasan UNESCO, kemampuan literasi merupakan hak setiap orang serta merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Kemampuan literasi juga dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga hingga masyarakat karena sifatnya yang multiple effect.

Dikatakan oleh Laxmy jika istilah literasi juga digunakan dalam arti yang lebih luas, seperti ‘Literasi Informasi’, ‘Literasi Komputer, dan ‘Literasi Sains’ yang kesemuanya merujuk pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekadar kebisaan baca-tulis. Namun, pemahaman yang umum adalah kemampuan membaca dan menulis. Berikutnya implikasi dari kemampuan literasi yang dimiliki seseorang ialah pada pikirannya dan salah satunya bisa dilihat di acara ‘Reading Day’.(Sri Ardhini)

 

 

To Top