Kuliner

Ampas Kopi Corner: Kenalkan Membatik dengan Ampas Kopi

Tak semua orang menyukai tempat tongkrongan yang ramai. Beberapa di antaranya lebih memilih yang tenang seperti di Ampas Kopi Corner. Kedai ini menjadi favorit beberapa pengunjung dengan komunitasnya. Selain nongkrong, kedai  ini juga bisa dipakai untuk rapat, pesta ulang tahun, dan tempat prewedding.

Fatkhur Rahman dan istrinya membuka usaha ini karena mereka sudah tak bekerja. Dulu disini menyediakan berbagai makanan, karena tak sesuai dengan lidah masyarakat. Tetapi, akhirnya pria ini mengubah menu menjadi kopi ijo dengan cara cethe/membatik rokok dengan ampas kopi. Cara ini baru dikenalkan di Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik.

Kedai ini terletak di Jalan Raya Biduri Pandan. Alasan pria paruh baya ini membuka usaha karena simpel dan memiliki untung yang relatif banyak. Harga yang murah, juga tempat yang memadai menjadi faktor ramainya angkringan ini. Misalnya wifi, televisi, dan gitar akustik. “Kami juga mewadahi anak-anak yang ingin ngeband disini. Jadi kita juga sama-sama enak dan nyaman,” ujar Fatkhur.

Ampas Kopi Corner mulai buka pukul 09.00  hingga dini hari. Tak hanya orang tua yang nongkrong disini. Tetapi, remaja dan teman-temannya juga datang di tempat ini. “Sudah sering kemari karena tempatnya nyaman juga tenang. Fasilitas yang memadai dan harga yang murah membuat saya suka disini. Saat latihan ngeband, istri pemilik juga bisa membimbing,” kata Dewi salah satu pengunjung.

Omzet yang didapat sekitar Rp 300.000/hari dengan modal Rp 20.000.000. “Ke depan, saya ingin membuat event kopi gratis dengan cafe lain,” kata Fatkhur. Rencananya ia ingin membuat cabang yang tak jauh dari usahanya saat ini, dan menata ulang dekorasi angkringan tersebut. (Febe Natasya)

To Top