Bunda & Ananda

Pilih Olahraga sesuai Kesenangan Anak

Agus Dei Segu, M.Fis.

Dalam silabus/kurikulum di SD, SMP, SMA, ada tiga jenis olahraga yang ada yakni permainan bola besar, bola kecil, dan olah raga air. Permainan olahraga besar meliputi sepak bola, bola voli, basket; permainan bola kecil, seperti kasti, tenis meja, bulu tangkis, tenis lapangan; dan olahraga air yakni renang dan polo air. Hal ini disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesegaran Jasmani (FPOK) IKIP PGRI Bali, Drs. Agus Dei Segu, M.Fis.

Ia mengamati, kecenderungan orangtua senang jika anaknya bisa berenang. Tapi dikatakannya, selama anak-anak ikut renang yang diwajibkan sekolah, ia tak melihat kontribusi guru-guru yang mengajar renangnya. Olahraga renang yang mereka lakukan itu hanya senang ketika anak-anak bersekolah. Setelah itu tidak ada, tak ada kontinuitasnya.

Memang, untuk olahraga renang ini, pihak sekolah tidak bisa memasilitasi kolam renang (kalaupun ada, jarang), dan perlengkapan renang lainnya. Berbeda dengan permainan bola misalkan, sekolah cukup membeli 5 bola untuk dimainkan 50 siswa.

Ia tak menampik ketika banyak orang mengatakan bahwa olahraga renang adalah olahraga yang paling bagus karena semua otot bergerak.”Itu betul. Renang sebagai olahraga air bisa memberikan kontraksi otot isometrik, sometrik, isotonik, semua bergerak. Tetapi harus disadari juga bahwa renang ini memerlukan keberanian. Dalam artian berani berada dalam air juga biaya, karena tak ada yang gratis. Berbeda dengan bermain bola (khususnya di sekolah), bola dan lapangan sudah ada,” paparnya.

Sesungguhnya yang semestinya dipertajam adalah olahraga yang bersifat permainan yang bersifat pendidikan, tidak semata-mata olahraga air.  Untuk menentukan jenis olahraga yang tepat untuk anak-anak, dikatakannya harus dikluster dulu menurut psikomotorik (gerakannya). Psikomotorik anak itu dikatakannya dipengaruhi oleh tipe badan.

Misalkan, anak dengan postur tubuh pendek, tidak cocok dengan olahraga yang berkaitan dengan lompat jauh. Lebih cocok dengan olahraga lari jarak jauh dan angkat besi. “Jika otot panjang, justru dia tidak bisa angkat besi,” contohnya.

Tipe badan jangkung (atletis), bisa diarahkan ke olahraga renang, atau permainan (voli, dll). Sementara, anak yang memiliki tipe bugar, arahkan  ke olahraga yang bersifat senam, seperti senam irama, senam lantai (artistik). Karena itu, ia mengimbau kepada para orangtua jika ingin mengarahkan anak ke bidang olah raga, sebaiknya melihat tipe badan anak dan kaitkan dengan psikomotorik anak. “Jangan memaksa anak untuk menjadi sesuatu yang diinginkan orangtua. Karena talenta pada anak akan kembali dan dikembangkan pada dirinya sesuai dengan psikomotorik,” ucapnya.

Agus Dei Segu mengatakan, tidak ada ukuran bahwa suatu olahraga itu aman untuk anak. “Jadi pemilihan olahraga untuk anak itu kembali kepada kesenangan anak. Misalkan kita lihat anak senang nyanyi,kita bawa dia ke seni, jangan dipaksakan ke olahraga. Demikian halnya jika anak suka bola, arahkan ke bola,” tandasnya. (Inten Indrawati)

To Top