Edukasi

Manfaatkan Limbah Menjadi Biogas

Selain pertanian, Buleleng juga memiliki potensi pertenak yang harus terus dikembangkan. Hal ini terbukti dari beberapa daerah di Buleleng memiliki potensi ternak unggulan yang kemudian dikembangkan sehingga dapat menghasilkan produk dari pengembangan tersebut.

Untuk dapat mengembangkan pertenakan di Buleleng tentu harus dibarengi dengan pembinaan dan pendampingan secara kontinue. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Undiksha yang diketuai oleh Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE., Ak., M.Pd. Erni Sulindawati mengatakan  dari hasil observasi, desa Penglatan Kecamatan Sawan  yang terdapat kelompok Ternak Tani belum mampu mengeloh limbah dengan maksimal. Menurutnya, jika limbah dikelola secara maksimal tentu akan menyehatkan lingkungan dan juga dapat menekan biaya dalam pemeliharaan ternak. “Limbah yang notabene dibuang jika dilakukan pengolahan maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Bersama dengan anggotanya, Ni Wayan Yuningrat, S.T, M.Sc  yang  mendapat bantuan dari I Made Putra Subagia Antara, SPt.,  serta mahasiwa sebagai pembantu pelaksana kegiatan, dirinya melakukan pembinaan terhadap Kelompok Tani Ternak Jati Luhur dan Kelompok Tani Ternak Kencana Mas Desa Penglatan. Ada tiga hal yang menjadi fokus dalam kegiatan IbM tersebut yaitu pemanfaatan limbah menjadi pupuk dan biogas, pembuatan pakan ternak, dan cara pemasaran ternak sapi.

Untuk kegiatan pengolahan pakan ternak dilakukan dengan teknologi  silase. Teknologi Silase merupakan pakan ternak hasil fermentasi yang telah diawetkan dari tanaman, pakan hewan, limbah dari produksi pertanian dan lain-lain, kemudian dicacah pada kandungan air tingkat tertentu yang disimpan dalam suatu tempat tertentu yang kedap udara (salim). Bahan-bahan yang digunakan antara lain hampir seluruh tanaman yang bisa dimakan seperti jerami dan dedak padi serta bahan tambahan EM4, dan Gula. “Bahan-bahan tadi dengan perbandingan tertentu akan dicampurkan dan diolah dengan teknik tertentu. Campuran akan dipermentasi selama 21 hari pada suhu kamar dalam kondisi anaerob,”Ungkap Erni yang juga Ketua Jurusan D3 Akuntasi Undiksha tersebut.

Disamping kegiatan pembuatan pakan ternak tersebut kegiatan IbM akan dilanjutkan dengan  pelatihan pembuatan limbah menjadi biogas. Biogas adalah salah satu energi yang dapat dikembangkan dengan memberikan cukup bahan baku yang tersedia dan renewable. salah satunya yaitu dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai biogas. Berdasarkan analisis yang dilakukan para pakar peneliti menunjukan bahwa kotoran sapi mengandung selulosa, hemisellulosa, lignin, karbonat organik, nitrogen, fosfor dan kalium. Erni mengungkapkan cara pembuatannya pun sangat praktis, yaitu kotoran sapi yang telah diencerkan dengan air dengan perbandingan tertentu dan ditempatkan dalam wadah biogas. Setelah terbentuk biogas, limbah gas yang tercipta dapat dipakai sebagai pupuk organik yang kaya akan unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. “Karena itu, pupuk organik ini dapat dianggap sebagai pupuk alternatif untuk menjaga produksi tanaman. ini memberikan gambaran pemanfaatan teknologi biogas dengan bahan bakar kotoran sapi sebagai solusi alternatif dalam rangka untuk menghemat cadangan minyak bumi,” jelasnya.

Sementara dalam peningkatan pemasaran, pihaknya akan memberikan teknik-teknik pemasaran sehingga para peternak memperoleh untung. Selain itu, pihaknya akan memanfaatkan koperasi yang ada di desa setempat dalam proses penjualan sehingga nanti Sisa Hasil Usahanya dapat dibagi oleh kelompok Tani Ternak itu sendiri. “Ada koperasi yang saat ini coba kami hidupkan sehingga membantu proses penjualan, nanti SHU yang tersisa akan menguntungkan peternak itu sendiri,” tutupnya. (Wiwin Meliana)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To Top