Surabaya

Mie Ayam Mbah Man Favorit Remaja

Persaingan pedagang makanan di Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik makin ketat. Mereka berlomba membuat menu menarik untuk menyita perhatian konsumen. Seperti yang dilakukan pria yang akrab dipanggil Mbah Man, ini. Ia memiliki usaha mie ayam legendaris. Mengapa? karena resep dagangannya sudah ada sejak 1999. Itu merupakan resep yang dia buat sendiri. Usahanya terletak di Alun-alun KBD.

Pria kelahiran  Surakarta, 8 Maret 1969 ini hobi membuat berbagai makanan yang akhirnya menjadi mata pencahariannya sehari-hari dengan menggeluti usaha mie ayam. Mbah Man, menjual pangsit ini dengan harga Rp 8.000/porsi. Yang menonjol dari menu ini rasa dan mutu. Meski harga bahan pokok naik, ia mengutamakan kualitas makanan yang dijualnya tanpa harus menaikkan harga.

Omzet per hari mencapai Rp 1.000.000. Tetapi jika akhir pekan penghasilannya meningkat menjadi Rp 1.500.000. Padahal, saat membuka usaha ini ia hanya bermodal Rp 300.000. Ia mampu menjual 100-150 porsi/hari. Dengan mengandalkan rasa dan mutu dagangan yang dijualnya, Mbah Man, merasa tak tersaingi. Ia tetap yakin setiap orang pasti memiliki selera sendiri.

Bapak empat anak ini, membuka kiosnya pukul 11.00-16.00. Pelanggan, tak hanya didominasi orangtua tetapi banyak juga anak baru gede (ABG) dan pelajar yang rombongan makan disini saat pulang sekolah. “Mie ayam ini sangat pas dengan selera masyarakat. Rasanya dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, tetap lezat,’’ kata Bu Rundi, seorang konsumen.

Keramahan, kata Mbah Man, menjadi faktor penting menaikkan omzet. Ia berharap usahanya bisa lebih dikenal pelanggan sebagai mie ayam yang mempunyai kualitas mutu dan rasa yang terjaga. (Dewi Harum)

To Top