Kuliner

Betutu Kendil: Awet Tiga Hari

Selain kaya dengan budaya, Bali juga menjadi destinasi wisata yang terkenal dengan kulinernya. Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Bali jika belum mencoba makanan khasnya, Betutu. Betutu olahan bebek maupun ayam tentu menjadi salah satu daftar menu bagi wisatawan pecinta makanan pedas. Betutu menjadi ikon wilayah bagian barat Bali, akan tetapi saat ini betutu tidak sulit ditemukan di wilayah lainnya, terutama Buleleng.

Di salah satu warung makan jalan Surapati, Singaraja menyediakan berbagai olahan makanan. Salah satu menu utama adalah betutu kendil. Kendil sendiri merupakan kerajinan tanga yang sudah melegenda. Pada zaman dahulu berbagai keperluan rumah tangga hingga perlengkapan masak sebagian besar menggunakan perabot berbahan tanah liat. Memasak dengan menggunakan perabot yang terbuat dari tanah liat diyakini membuat hasil masakan menjadi lebih enak dan nikmat.

Menurut pemiliki Rumah Makan Gubug Relax, AA. Gede Agung Wedhatama menggunakan kendil untuk memasak dan menyajikan makanan memang dilakukan sebagai inovasi dibidang kuliner. Selain tampilannya unik, di Buleleng sendiri menggunakan kendil dalam menyajikan makanan merupakan sesuatu yang masih jarang dilihat sehingga tentu hal ini menjadi keistimewaan tersendiri.

Ditambahkan olehnya, mengapa betutu?  memilih menu tradisional betutu karena selain banyak diminati juga untuk melestarikan makanan khas Bali. Rasa betutu yang khas dipadukan dengan bumbu bali turun temurun dari sang ibu A.A Istri Erawati menjadikan betutu kendil miliknya begitu diminati. “Kita pakai Betutu sebagai menu andalan karema ini merupakan masakan orang Bali, sementara itu untuk oleh – oleh kita buat Betutu Kendil selain jadi lebih higienis, juga bisa langsung dihangatkan langsung di dalam kendilnya juga dari segi rasa pastinya lebih enak,” ungkapnya.

Agung menambahkan, betutu yang disajikan menggunakan kendil dapat disimpan dua hingga tiga hari. Sehingga selain menjadi kuliner keluarga, betutu bisa menjadi oleh – oleh tatkala berkunjung ke Buleleng. “Kalau mau dipake oleh-oleh langsung kami gunakan kendil sehingga ketika menghangatkan langsung bisa pakai kendilnya dan ditambahkan air saja,”ungkapnya.  ( Wiwin Meliana)

To Top