Buleleng

Warga Binaan Lapas Kelas IIB Singaraja Terima Remisi Kemerdekaan

Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 72, tentu setiap  warga Negara Indonesia berhak ikut serta merayakan hari kemerdekaan ini. Masyarakat bersukacita merayakan kembali hari kemerdekaan dengan berbagai cara. Tidak terkecuali juga warga binaan Lembaga Permasyarakatan. Sebanyak 52 narapidana binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 72 tahun 2017 ini menerima  remisi atau potongan masa tahanan. Remisi ini diberikan pada saat Upacara Bendera  HUT Proklamasi  Kemerdekaan RI ke 72 di Halaman LP Kelas IIB Singaraja, Kamis (17/8).

Bertindak sebagai inspektur upacara pada Upacara di LP Kelas IIB Singaraja ini adalah Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Wabup Sutjidra juga berkesempatan menyerahkan secara simbolis remisi umum kemerdekaan dan juga mengunjungi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) baik itu tahanan maupun narapidana di Lapas Kelas IIB Singaraja.

Ditemui usai upacara, Kepala Lapas (Kalapas) IIB Singaraja, Edi Cahyono menjelaskan dari 52 narapidana yang menerima remisi, sebanyak lima narapidana langsung bebas. Sedangkan, untuk 47 narapidana lainnya menerima potongan masa hukuman. Ada banyak persyaratan dan pertimbangan dalam mengusulkan narapidana yang akan mendapatkan remisi. Kegiatan narapidana, ketaatan dan interaksinya setiap hari di Lapas menjadi pertimbangan utama untuk pengajuan narapidana yang akan mendapatkan remisi. “Pertimbangan dan persyaratannya banyak untuk mengajukan seorang narapidana bisa mendapatkan remisi,” jelasnya.

Berbagai upaya dilakukan Lapas khususnya Lapas Kelas IIB Singaraja umtuk menjadikan para WBP ataupun penghuni Lapas bisa diterima dengan baik dan berkelakuan baik di masyarakat nantinya setelah bebas. Salah satunya adalah pembimbingan agama yang terus dilakuan di dalam Lapas sesuai dengan keyakinan para narapidana. Selain itu, pihak Lapas Kelas IIB Singaraja membekali para WBP keterampilan. “Pembimbingan agama dan keterampilan terus kita lakukan. Untuk keterampilan, ada tiga paket keterampilan dari BLK Buleleng yaitu perbaikan elektronik, menjahit, dan penyambungan alat-alat elektronik,” ujar Edi Cahyono.

Sementara itu, Wabup Sutjidra mengungkapkan rasa kagumnya terhadap nuansa lain di dalam Lapas Kelas IIB Singaraja. Nuansa tersebut mulai dari penataan, upacaranya hingga ada sentuhan-sentuhan seni dari WBP di Lapas Kelas IIB Singaraja. Sentuhan seni tersebut adalah dengan ditampilkannya seni tari tradisional Bali sebelum upacara. “Hal ini sangat positif. Bagaimana WBP bisa lebih kearah yang positif dan nantinya bisa kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap kepada para WBP untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum yang menyebabkan mereka dibina di Lapas ini. Para narapidana yang akan bebas juga diharapkan agar dapat berinteraksi antara keluarga dan masyarakat sehingga bisa diterima dengan baik. Keterampilan juga harus ditingkatkan agar memiliki modal nantinya dalam bekerja. “Kita harapkan hal-hal yang positif bisa dilakukan WBP disini agar tidak kembali lagi ke Lapas,” tandas Sutjidra.(Wiwin Meliana)

 

 

To Top