Sudut Pandang

Kikan Namara: Bangga jadi Penyanyi Tujuhbelasan

kikan namara,

Dulu lomba sepeda hias menjadi satu mata lomba yang paling difavoritkan oleh anak-anak setiap perayaan HUT Kemerdekaan. Betapa tidak sepeda yang jadi ‘teman’ main sehari-hari di ‘hari istimewa’ itu dihias secantik mungkin agar bisa memenangkan lomba. Biasanya yang sibuk menghias sepeda bocah kesayangan adalah keluarga seperti ayah-ibu. Tak jarang hiasan sepeda dibuat sangat kreatif sehingga menyerupai bentuk-bentuk tertentu, seperti misalnya pesawat, kapal, dll.

Unsur kreativitas dan keindahan hiasan sepeda menjadi salah satu obyek penilaian utama dalam lomba tersebut. Terkadang, kostum si bocah pun ikut menjadi bagian penilaian. Itu juga yang diingat Kikan Namara tentang pengalamannya ikut lomba tujuhbelasan.

Lomba sepeda hias, kata penembang hits ‘Bendera’ ini merupakan salah satu mata lomba yang disukainya pada setiap perayaan Hari Kemerdekaan. Sayangnya, suatu ketika kata mantan vokalis Grup Band Kotak, ini,  setelah sepedanya dihias dengan kertas crape warna-warni, dirinya lupa memasukkan sepeda ke garasi rumah.

“Saya lupa, sepeda habis dihias ditaruh di pekarangan luar, tidak dimasukkan ke garasi. Orang di rumah semua juga lupa. Tak disangka, malam itu hujan turun. Jadi, keesokan harinya ketika saya bersiap-siap akan lomba, melihat sepeda hias yang kemarin tampak bagus sekali sudah compang-camping. Hiasan kertas crape sudah tak berbentuk lagi. Saya langsung nangis sejadi-jadinya. Yah, namanya juga anak-anak ya,” ungkap Kikan mengenang keikutsertaannya dalam lomba tujuhbelasan. “Akhirnya saya dibujuk untuk ikut lomba yang lain. Ya sudah akhirnya saya ikut lomba makan kerupuk,” ucapnya sambil tertawa.

Bagi Kikan yang sejak kecil sudah didik cinta Tanah Air oleh orangtuanya, Hari Kemerdekaan memiliki arti yang sangat penting karena diraih dengan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Pahlawan yang berasal dari berbagai macam suku, agama, ras dan golongan. Semuanya bersatu-padu berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Karenanya, ujar Kikan, dirinya sungguh merasa prihatin dengan situasi yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia di mana sikap-sikap intoleransi maupun ujaran-ujaran kebencian terhadap sesama anak bangsa begitu marak, khususnya di media sosial. “Sedih. Bagi saya itu jelas sebuah kemunduran yang tidak seharusnya terjadi. Kita ini adalah bangsa yang besar. Kita besar karena memiliki begitu banyak ragam budaya juga adat istiadat. Kita besar karena kemajemukan itu. Jika kita menilik kembali perjuangan para pahlawan kita yang terdahulu. Mereka memperjuangankan kemerdekaan tanpa memandang perbedaan agama, suku dan ras. Maka saya menjadi miris apabila saat ini, setelah 72 tahun kita merdeka, justru rakyat malah menjadi mudah terpecah-belah lewat medsos,” ungkap Kikan yang dinobatkan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) sebagai ‘Duta Perdamaian’.

Menurut wanita yang bernama lengkap Namara Surtikanti, ini, dirinya mempunya kepedulian yang amat besar mengenai hal tersebut, kebetulan juga ia adalah ‘Duta Perdamaian’ yang antara lain tugasnya adalah mengkampanyekan agar anak-anak muda ikut menjaga keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk tidak ikut (terjerumus) dalam gerakan radikalisme dan terorisme.

“Saya bersama BNPT melakukan roadshow ke berbagai kota. Tahun 2017 ini saya menyambangi lima kota di seluruh Indonesia untuk mengumpulkan anak-anak muda yang memiliki kepedulian yang sama. Mereka selama empat hari ikut pelatihan kampanye efektif menangkal radikalisme dan terorisme di dunia maya. Setelah pelatihan, mereka dikukuhkan menjadi Duta Perdamaian dunia maya. “Bagi saya ini adalah salah satu langkah nyata yang bisa saya lakukan untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Sebagai seniman atau pekerja seni, ucap Kikan, dirinya memilih untuk menyuarakan kecintaan pada Tanah Air lewat musik. “Saya percaya, musik adalah bahasa yng sangat mudah diterima berbagai kalangan. Saya selalu bersemangat untuk melestarikan lagu-lagu nasional yang sudah banyak dilupakan generasi muda sekarang ini,” ungkap ibu dua anak ini, seraya berharap, semoga lewat lagu-lagunya bisa membangkitkan semangat masyarakat Indonesia untuk semakin mencintai Tanah Airnya.

Khususnya untuk HUT ke-72 Kemerdekaan Indonesia, Kikan berharap seluruh komponen bangsa, khususnya generasi muda mampu dan memiliki spirit yang sama untuk berkontribusi nyata dalam membangun negeri. “Apapaun profesi yang dijalani, mari kita bersama-sama menyatukan optimisme, bergandengan tangan di atas perbedaan, rapatkan barisan untuk Indonesia tercinta,” kata Kikan penuh semangat.

Menyinggung tentang aktivitasnya di Bulan Kemerdekaan, Kikan menjawab, seperti tahun-tahun sebelumnya, Bulan Kemerdekaan adalah Bulan Penuh Berkah baginya. Karena job-job yang datang padanya membanjir lebih dari biasanya. “Alhamdulilah, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dapat banyak job manggung off air di bulan Agutus. Bahkan job-job sudah ramai sejak awal  Agustus. Kebanyakan jobnya terkait dengan Peringatan HUT Kemerdekaan, atau acara-acara yang terkait dengan nasionalisme dan cinta Tanah Air. Undangan datang dari berbagai daerah. Di antaranya adalah pada event Raimuna Nasional yang kini tengah berlangsung di Cibubur. Event ini selain bertepatan dengan HUT Pramuka, juga berdekatan dengan HUT Kemerdekaan. Beruntung saya mendapat kesempatan bertemu dengan perwakilan pandega dan penegak-penegak dari seluruh Indonesia. Saya juga berkesempatan manggung di LP Wanita dan Anak Tangerang untuk menghibur mereka dalam rangka HUT Kemerdekaan, serta menyanyi di Festival International Hello Pacitan di Jawa Tengah,” paparnya panjang lebar.

Banyaknya rejeki yang mengalir khususnya di Bulan Kemerdekaan membuat Kikan mendapat julukan ‘Penyanyi Tujuhbelasan’. Menangapi hal ini, Kikan tertawa dan mengiyakan. Dirinya tidak keberatan dengan julukan tersebut karena memang pada Bulan Kemerdekaan dia selalu kebanjiran order lebih dari biasanya. “Hahaha….iya imaj sebagai ‘Penyanyi Tujuhbelasan’ memang sudah melekat pada saya selama bertahun-tahun. Saya pribadi tidak merasa keberatan ya dengan julukan itu.”

“Mungkin untuk ‘lucu-lucuan’ tapi saya bangga dengan julukan itu. Ini suatu yang patut disyukuri karena artinya masyarakat selalu mengingat sata setiap perayaan HUT RI,” ujar Kikan yang selalu membawakan satu lagu hitsnya ‘Bendera’ dalam setiap event semacam ini. “Lagu ‘Bendera’ sudah seperti lagu wajib. Jadi saya selalu menyanyikannya karena banyak yang menunggu,” ujarnya.

Setelah kesibukan selama Bulan Kemerdekaan usai, Kikan rencananya akan fokus merampungkan album solonya. Ini bukan saja sudah menjadi resolusinya di tahun 2017, namun juga sudah lama tertunda. “Sudah lama banget proyek album solo saya tertunda, sudah bertahun-tahun. Ada-ada saja masalahnya, salah satunya karena banyak kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan akhirnya proyek itu jadi ‘korban’ . Semoga akhir tahun ini bisa terlaksana, doakan ya, amin,” kata Kikan menutup pembicaraan. (Diana Runtu)

To Top