Kolom

Memaknai Hari Kemerdekaan dengan Menghargai Keberagaman

I Made Widiantara

Sebuah perjalanan yang tidak mudah bagi sebuah negara multietnik seperti Indonesia, di usianya yang ke 72 tahun di tahun 2017, bangsa Indonesia terus tumbuh menjadi bangsa yang kuat dan semakin diperhitungkan di kancah internasional. Tepat pada tanggal 17 Agustus 2017 kemarin, kita memperingati hari kemerdekaan yang terbilang sudah tidak muda lagi kalau melihat perbandingan dengan usia manusia. Seluruh warga masyarakat merasakan betapa pentingnya arti kata kemerdekaan. Tetapi, bagi sebagian orang mungkin akan memaknai kemerdekaan sebagai bentuk kebebasan dan segala sesuatu yang berarti tidak terikat. Sehingga terkadang mereka lupa, kalau kebebasan yang mereka maknai berlebihan justru membuat ketidakbebasan bagi orang lain.

Sebagai contoh bagi sebagian orang yang merasa bebas mengeluarkan pendapat dan berkomentar di akun media sosialnya, seperti menjelekkan, menghina, memfitnah, tanpa dia sadari hinaan, fitnahan dan komentarnya yang negatif tersebut telah membuat orang lain merasa tidak nyaman, sehingga tentu merasa tidak merdeka.

Memaknai kemerdekaan harusnya dilihat dari sudut pandang, bahwa kita boleh bebas beraktivitas dan melakukan banyak hal yang kita sukai, tetapi dengan catatan bahwa jangan sampai melanggar aturan dan membuat orang lain merasa tidak nyaman atau tidak bebas. Pada prinsipnya, kata “merdeka” dalam artian “bebas” tersebut berarti hidup dengan berperilaku menghargai perbedaan orang lain. Sehingga kalau Anda mengekang, membuat orang takut atau tidak menghargai bahwa orang lain itu berbeda dengan kita, sama dengan bahwa kita belum merdeka.

Sudah banyak teladan para tokoh-tokoh dunia yang mengajarkan kepada kita tentang perdamaian dengan cara menghormati keberagaman. Sebagai contoh, bagaimana Mahatma Gandhi dengan tiga prinsip hidupnya yaitu Satyagraha, Ahimsa dan Swadesi. Satyagraha berarti sebuah usaha untuk tidak mengenal lelah mencari dan menemukan kebenaran dengan terus belajar dan belajar. Ahimsa yang dimaknai sebagai sebuah perjuangan untuk menghadapi lawan atau musuh dengan tidak melukai atau menyakiti dan membunuh. Sedangkan Swadesi yang berarti berusaha untuk menggunakan dan bangga terhadap hasil karya sendiri. mengajarkan kepada kita, tentang pentingnya perjuangan untuk kebebasan dengan tidak mengena lelah mencari kebenaran tanpa menyakiti orang lain dan dengan bangga menjadi diri sendiri.

Sebuah perjuangan untuk hidup rukun dalam keberagaman merupakan usaha yang harus terus kita pertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Kita semua percaya dan meyakini bahwa setiap makhluk hidup yang ada di bumi diciptakan beranekaragam, baik bentuk, ukuran, jenis dan lain-lainnya, sehingga tidak diragukan lagi bangsa Indonesia terlahir sebagai bangsa yang beragam dan mampu hidup merdeka dengan keberagaman.

Layaknya sebagai sebuah tim dalam permainan sepak bola, setiap pemain harus memiliki keterampilan dan posisi yang berbeda dan beragam, sehingga dapat dikatakan sebagai tim. Tidak bisa kita bayangkan, kalau semua pemain sepak bola hanya punya satu kemampuan dalam mencetak goal, lantas siapa yang menjaga gawang dan posisi lainnya. Begitupun dalam memaknai keberagaman dalam berbangsa dan bertanah air Indonesia. Kita harus menyadari kalau perbedaan kita membuat bangsa Indonesia menjadi semakin kuat, karena tim yang kuat harus memiliki beragam keahlian yang digunakan dalam mencapai tujuan.

Mari kita renungkan di hari kemerdekaan ini dengan menghargai bagaimana perjuangan para pahlawan negeri ini yang berasal tidak saja dari satu suku saja, tidak juga dari satu agama saja, tetapi mereka memiliki beragam latar belakang, sehingga saat perjuangannya pun mereka berjuang dengan beragam strategi sehingga bisa merdeka. Mari kita maknai hari kemerdekaan dengan terus berjuang dan bekerja sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang kita miliki (walaupun berbeda dengan orang lain), dan selalu mengupayakan hasil terbaik yang bisa kita lakukan demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Yakinlah, bahwa bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan dihormati sebagai bangsa besar yang memiliki beragam suku budaya, unik dan berbeda dari bangsa lainnya di dunia. Sehingga satu kata yang harus kita catat dan tanamkan pada generasi penerus kita, kalau keberagaman itu adalah modal kuat untuk menjadi bangsa yang kuat dan disegani.

Ajarkan kepada anak cucu kita, bagaimana toleransi dan hidup rukun dalam perbedaan, jangan jadikan alasan kalau berbeda itu adalah sebuah kelemahan, karena kalau sama berarti kita bukan manusia, mungkin saja robot, betul tidak?

 

 

I Made Widiantara

Dosen Politeknik Negeri Bali

Consultant and Trainer of Personality Development

To Top