Dara

Ketut Suci Dianingsih: Bangga Menjadi Anggota Paskibraka

Tangisnya pecah, luapan emosi teharu begitu tampak di raut wajahnya.  Ketut Suci Dianingsih tidak dapat menyembunyikan rasa bangga sekaligus harunya ketika tim Paskibraka Kabupaten Buleleng berhasil mengibarkan sang Saka Merah Putih dalam upacara detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Tidak hanya Suci, rekan-rekannya sesama tim Paskibraka juga menangis tersedu-sedu untuk meluapkan kegembiraan dan rasa bangganya.

Ditemui setelah melakukan apel bendera, Suci yang merupakan siswi kelas XI IPA SMA Negeri 1 Seririt ini masih sesenggukan sembari mengatur nafas untuk bisa menceritakan perasaanya kepada Tokoh. Ia mengaku tidak bisa berkata apa selain mengucapkan rasa syukur karena telah berhasil mengemban tugas sebagai seorang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Suci mengaku ketegangan  begitu terasa ketika upacara peringatan detik-detik kemerdekaan baru dimulai, apalagi saat itu kondisinya dalam keadaan yang kurang fit.

Bertugas membawa Baki saat pengibaran bendera tentu membuat Suci memiliki tanggung jawab yang begitu besar. Namun karena kegigihannya dalam berlatih, tentu tidak ada hambatan dan halangan yang berarti. “Ini merupakan kebanggaan yang saya impikan  dari dulu,” ungkapnya.

Suci merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Terlahir dari keluarga yang serba berkecupan tidak mematahkan semangatnya untuk meraih cita-cita. Ayahnya, Gede Wisada adalah seorang petani, sedang ibunya Kadek Sarini adalah seorang penjual sayur. Sejak kecil, Suci telah menanamkan cita-cita tinggi sebagai seorang angkatan atau polwan. Maka menjadi anggota Paskibraka adalah langkah awalnya dalam menggapai cita-citanya. “Dari dulu memang ingin sekali menjadi anggota paskibra, karena saya ingin nantinya menjadi angakatan atau polwan,” ungkapnya. selain itu, dorongan dan support keluarga yang begitu besar semakin memantapkan langkahnya.

Perempuan kelahiran 31 Desember 2000 ini  mengatakan banyak suka duka yang dilalui semasa mengikuti latihan menjadi anggota paskibraka. Bertemu dengan banyak kawan dari berbagai sekolah merupakan hal yang sangat menyenangkan baginya. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang ia dapatkan  selama pelatihan. Ditempa secara fisik agar menjadi sosok yang kuat adalah salah satu tantangan luar biasa yang harus ia jalani. “Luar biasa sekali pengalaman yang didapat, dari yang putih hingga jadi hitam begini salah satunya. Tapi kami tetap bangga dengan apa yang kami terima dan lakukan,” papar siswi yang berprestasi di bidang Pencak silat ini.

Pengalamannya menjadi anggota paskibraka dan betugas membawa Baki dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan membuat Suci bertekad mengabdikan ilmu yang didapatnya kepada adik-adik kelas di sekolahnya. Ia berharap kelak bisa membagikan pengalamannya ketika menjadi anggota Paskibra sehingga lebih banyak lagi siswa-siswi yang terpilih dari sekolahnya. “Apa yang saya dapatkan di sini akan saya berikan kepada adik-adik saya sehingga tahun depan lebih banyak lagi adik-adik yang bisa mewakili sekolah,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

 

To Top