Kuliner

Makan Puas Harga Pas

Betutu Keren

Mau makan sambil bekerja di daerah Ubud? Cobalah datang ke Pemulan Coffee House and Resto.Tempat ini tak hanya untuk makan, tetapi bisa untuk bekerja. Lokasinya berada di areal persawahan dan aktivitas masyarakat desa. Dekorasi dan interior ditata secara apik sehingga mendukung suasana di alam perdesaan.

Fasilitas di resto ini lengkap. Ada tempat untuk makan berdua hingga rombongan. Ruang pertemuan dan tempat resepsi juga tersedia. “Resto kami juga dilengkapi dengan fasilitas free wifi yang sangat kencang, sehingga para pelanggan bisa makan sambil bekerja dengan internet,” kata Putu Suryawan, pemilik  Pemulan Coffee House and Resto.

Ia menuturkan  dari 20 jenis menu yang ada, barbeque pork creep, bebek judes, betutu ayam dan bebek mekepu yang paling banyak dipesan. “Selain rasanya yang memang enak dan konsumen puas, harganya juga pas di kantong yang bisa dijangkau dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat lokal,” imbuh Suryawan didampingi Operational Manager I Made Wiranata dan Sales Marketing Lidya Minanti.

Menu bebek mekepu memiliki rasa yang unggul, sehingga membedakan dengan menu bebek lainnya. Bebek mekepu memiliki keistimewaan warna yang hitam. Itu bukan karena gosong melainkan pengaruh dari bumbu, berupa rempah yang dipakai. Dagingnya terasa lembut dan empuk, karena bumbunya meresap hingga ke dalam daging. Saat menyajikan, ada tiga macam sambal yaitu sambal ijo, sambal bawang dan sambal ulek, sehingga ada pilihan rasa. “Saya merancang menu ini, terinspirasi dari menu salah satu upacara di Bali,” ujarnya.

Daging bebek tak terasa amis karena melalui proses yang panjang. Mulai dari proses memberi bumbu berupa rempah lalu dipijat-pijat sehingga bumbunya masuk. Lalu didiamkan, beberapa menit selanjutnya direbus sekitar setengah hari, selanjutnya digoreng crispy. Selain dilengkapi tiga jenis bumbu, dalam penyajian bebek mekepu juga dilangkapi dengan nasi, plecing kangkung, sate lilit dan ares bebek. “Meski prosesnya lama, tetapi saat menyajikan sangat cepat, karena didukung oleh pelayan yang berpengalaman,” ungkapnya.

Menu lain yang tak kalah menariknya adalah betutu ayam keren. Meski menggunakan bahan berupa ayam merah, namun dagingnya lunak hingga ke tulangnya. Tekstur dagingnya lembut dan tak keras kalau dikunyah. Satu porsi betutu keren dilengkapi dengan sayur urap, plecing kangkung, nasi, sambal matah dan emba serta disajikan memakai ngiu (tempayan). Tempat makan yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 wita hingga pukul 21.00 wita ini juga menawarkan minuman yang tak kalah menarik. Mulai dari tropical juice, cocktail, mocktail dan kopi asli Kintamani Bali.

 

INSPIRASI LELUHUR

Suryawan menambahkan menu-menu tradisional Bali ini diolah secara modern, sehingga bisa dinikmati lidah dari berbagai negara. “Saya hanya mengembangkan menu-menu milik masyarakat Bali yang sudah ada,” ucapnya.

Jebolan Sekolah Perhotelan Bali (SPB) tahun 2015 ini mengaku, cara memasak yang dilakukan para leluhur zaman dulu menjadi inspirasinya. Misalnya, menggunakan pewarna dari rempah yang ada. Bebek mekepu memanfaatkan rempah untuk memberi warna hitam, bukan karena gosong dan betutu keren yang memasak memakai sekam.

“Ubud sebagai destinasi pariwisata sangat bagus, sehingga ingin mengembangkan tempat makan di tanah kelahiran sendiri. Saya ingin membangun daerah sendiri lewat usaha resto ini,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam mengelola usaha itu ia memiliki konsep yakni mengajak bangkit pemuda Bali berawal dari daerah sendiri. Membangun desa melalui usaha restoran, sehingga bisa berkembang dan bisa dijadikan contoh oleh para pemuda lainnya. (Darsana)

To Top