Bunda & Ananda

Pramuka Ajarkan Banyak Hal

Kegiatan ekstra Pramuka di SD Cipta Dharma Denpasar

Siang itu, Jumat (11/8) sekelompok anak kelas 6 SD Cipta Dharma Denpasar sedang latihan baris-berbaris. Mereka tampak konsentrasi mendengarkan aba-aba yang diucapkan pembinanya. Meski serius, mereka sangat fun mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang ekstra pramuka, bisa bareng-bareng sama teman. Banyak yang bisa saya pelajari di sini, bagaimana bekerjasama dengan kelompok, bersosialisasi dengan teman, pokoknya senang deh,” ujar Ketua Kelompok Cendrawasih AA Gde Jaya Paramarta S.

Anak kelas 6B yang akrab disapa Gung Indi tersebut bahkan pernah mempraktikkan tali-temali yang didapatkannya dalam pramuka di rumah. “Waktu itu adik ngajakin main dokter-dokteran. Jadi saya buatkan aja tandu untuk main dokter-dokteran biar tambah seru,” ucapnya tersenyum.

Beberapa pendidikan dalam pramuka dikatakannya cukup bermanfaat dalam keseharian, seperti pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. “Misalkan luka ringan, bersihkan dengan alkohol, biar tidak infeksi. Ini juga sempat saya terapkan di rumah,” imbuh Gung Indi.

Berikutnya, ia juga menuturkan pengalamannya saat ikut kemping saat kelas 5 dulu. Jauh dari rumah, dikatakannya membuat dirinya bisa belajar hidup mandiri. Dan tentunya yang paling seru ketika acara api unggun.

Hal senada disampaikan Komang Made Pande Dinda Astika Putri. Ketua Regu Flamboyan ini mengaku paling suka baris-berbaris karena disana dilatih konsentrasi kita untuk mendengarkan perintah. “Jadi kita benar-benar harus disiplin, jika salah ada sanksinya,” ujar Dinda-sapaan akrabnya.

Kedua siswa ini sepakat bahwa ekstra pramuka sangat menyenangkan dan apa yang didapatkan dalam pramuka itu bisa diterapkan di rumah. “Kalau bisa, ditambahkan lagi jamnya..hehehe,” ucap Dinda.

Pramuka memang menjadi ekstra wajib di Sekolah Dasar. Demikian halnya di SD Cipta Dharma Denpasar. Di sekolah ini, jadwal ekstra Pramuka dibagi menjadi dua. Kelas 1, 2 hari Kamis, Jumat kelas 3,4,5,6. Pembinanya, bisa dilakukan oleh semua guru. “Semua guru sudah mendapatkan KMD (Kursus Mahir Dasar), jadi boleh membina pramuka di pendidikan dasar sehingga tak perlu mendatangkan Pembina dari luar,” ujar Kepala Sekolah Ni Luh Rinun, S.Pd., M.Pd.

Guru Pembina Penggalang, Ni Wayan Warniasih, S. Pd., M.Pd. mengatakan, pramuka ini masuk dalam kurikulum, diberikan 2 jam untuk setiap kelas. Di SD Cipta Dharma, kelas 1, 2 masih siaga mula. Kelas 3,4 siaga, dan kelas 5, 6 baru penggalang. Yang membedakan, usia dan tingkat kemahiran anak. Dalam siaga, anak-anak lebih banyak diajarkan rigem (riang gembira). Seperti, meniru lompat kodok. Selain bermain, yang dilatih di sini ketangkasan dan keterampilan anak. “Semua panduannya ada pada SKU,” ujar Kaur Kurikulum SD Cipta Dharma ini.

Pada pramuka siaga lebih banyak melatih sosialisasi dan kebersamaan mereka dalam kelompok. Sementara pada pramuka penggalang sudah mengarah ke keterampilan praktis, seperti tali-temali, LKBB, semaphore (sandi-sandi), dll. “Banyak hal yang bisa didapatkan anak dalam ekstra pramuka ini,” ujarnya.

(Inten Indrawati)

To Top