Buleleng

Buleleng Endek Carnaval 2107

Endek merupakan salah satu produk kebudayaan yang keberadaannya saat ini mulai diminati. Tidak lagi memberi kesan jadul pada pemakai namun, perpaduan endek dengan sentuhan gaya modern semakin membuat si pemakai tampak elegan dan fashionable. Lembaga-lembaga kepemerintahan dan sekolah-sekolah mulai menggunakan kain endek sebagai seragam resmi, lantaran Endek memiliki belasan motif yang indah dan tidak ditemui di daerah lain di dunia. Bahkan saat ini Endek mulai digandrungi remaja sebagai busana casual yang dipadu padankan dengan berbagai gaya.

Produksi kain endek Buleleng dengan berbagai corak dan motif sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, dengan kualitas yang cukup bagus. Namun perkembangannya belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Hal ini tidak terlepas dari terbatasnya diversifikasi produk serta terbatasnya promosi. Diversifikasi sangat penting dilakukan untuk memberikan pilihan yang bervariasi kepada konsumen baik dari segi motif maupun dari segi harga. Dengan begitu endek Buleleng dapat memasuki semua segmen pasar.

Promosi juga sangat penting untuk dilakukan. Dengan kemajuan tekhnologi, promosi dapat dilakukan dengan melalui sarana media sosial, di samping melalui promosi yang sifatnya konvensional. Salah satu promosi yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng untuk mengenalkan produk kebudayaan tersebut dengan menggelar Buleleng Endek Carnaval (BEC).

Buleleng Endek Carnaval (BEC) tahun 2017 resmi dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST.,  yang diwakili Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG., Sabtu (5/8). Ajang bergengsi yang sudah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, BEC mengambil tema moonlight yang artinya keindahan cahaya bulan. Karnaval yang melibatkan 25 peserta mengutamakan desain endek lokal Buleleng untuk ditampilkan. Seperti tahun sebelumnya, BEC tahun ini juga dirangkaikan dengan Pawai Pembangunan yang diikuti oleh masing-masing Kecamatan.

Namun ada yang spesial pada penyelenggaraan BEC tahun ini. BEC tahun ini dihadiri Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarno Poetri. Dalam pembukaan BEC tersebut, Megawati diberikan kehormatan untuk memukul kendang tanda dibukanya gelaran BEC tahun 2017. Dalam kesempatan itu, hadir pula Bupati Badung Giri Prasta, Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama, Perwakilan Bupati/Wali Kota se-Provinsi Bali, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Setda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP, dan Pimpinan OPD lingkup Pemkab Buleleng.

Kepala Bappeda Litbang Buleleng, Gde Dharmaja, yang ditemui di lokasi Pembukaan BEC mengatakan, BEC tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. BEC tahun ini lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas, dengan menampilkan desain endek yang sejuk dengan kualitas yang bagus. Hal ini diselaraskan dengan tema BEC tahun 2017 yaitu Moonlight. “Tahun ini kami menyeleksi peserta agar benar-benar bisa memiliki desain yang baik, karena kita mengejar kualitas bukan kuantitas sehingga kita bisa mendapatkan hal yang positif dari penampilan BEC ini,” tegasnya.

Dharmaja menambahkan, hal tersebut sesuai dengan arahan besar dari kegiatan BEC yaitu adanya variabilitas penggunaan kain endek itu sendiri. BEC ini juga merupakan salah satu proses promosi kain endek khas Buleleng dengan belasan motif. Baik dari kebangkitannya hingga pergerakan dan eksistensinya saat ini di masyarakat. Bahkan pengenalan dan juga pembibitan kain endek itu sendiri, masih dalam proses. Ia menambahkan kekuatan endek lokal Buleleng lebih dikedepankan tanpa mengesampingkan kolaborasi dengan produk dan desain daerah lainnya dalam konsep saling melengkapi. “Sudah saatnya ditunjukkan bahwa endek Buleleng mampu dan bisa bersaing di pasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG, mengatakan sangat setuju dengan Ketua Panitia BEC yang lebih mengedepankan kualitas daripada kwantitas. Selanjutnya, Bupati Suradnyana meyakini dengan berbagai macam motif dan corak, endek Buleleng mampu bersaing dipasaran baik itu pasar lokal, maupun nasional. Dengan demikian, Promosi harus lebih gencar dilakukan untuk memperkenalkan endek Buleleng lebih luas lagi. “Saya berharap Endek Buleleng dapat diterima dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras,” tandasnya.  (Wiwin Meliana)

 

To Top