Buleleng

Kolaborasi Wayang Bondres

Buleleng Festival 2017 memang telah berakhir, namun beberapa konten acaranya masih menjadi perbincangan di masyarakat. Lima hari digelar, Buleleng Festival menampilkan berbagai kesenian tradisonal dan modern. Kedua kesenian ini memang memiliki daya tarik tersendiri untuk menarik minat penonton. Hal tersebut tidak terlepas dari upaya panitia dalam menyuguhkan hiburan yang benar-benar segar dan mampu mencuri perhatian penonton.

Salah satu pementasan yang mendapat respon positif masyarakat adalah kolaborasi wayang bondres. Pengkolaborasian ini bertujuan untuk membangkitkan minat masyarakat terhadap wayang kulit yang mulai menurun. Sementara itu, kesenian bondres merupakan salah satu kesenian dengan menghadirkan lelucon segar yang saat ini memang digandrungi masyarakat. Sehingga jika kedua kesenian ini dipadukan diharapkan dapat menampilkan sebuah kesenian baru yang berinovasi.

Melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Wayang Kulit kolaborasi dengan kesenian Bondres  ditampilkan di Halaman Puri Kanginan Singaraja serangkaian Bulfest 2017, Jumat pekan lalu. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan kembali kesenian wayang yang belakang ini mulai sepi peminat.

Pertunjukan Wayang Bondres ini mengambil cerita dari geguritan I Lijah Lijah yang sarat pesan moral  kepada generasi muda. Kolaborasi Kesenian wayang kulit dimainkan oleh Dalang bernama Gusti Made Aryana atau yang lebih dikenal dengan Dalang Sambroli dengan sekaa bondres Sunari Bajra ini mampu mengundang gelak tawa penonton. Meskipun memiliki karakter yang sangat berbeda, akan tetapi kedua seni kolaborasi ini menampilkan gaya serta perannya masing masing dalam satu panggung hingga mampu menghibur  setiap penonton yang datang tidak terkecuali wistawan asing.

Mengingat kesenian kolaborasi ini merupakan kali pertama dipentaskan, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para seniman, seperti  Ketut Wartadana salah satu seniman dari Sanggar Sunari Bajra pemeran I Lijah – Lijah. Sebagai pemeran utama didalam cerita Wayang Bondres ini, Ketut Wartadana waktu lalu mengungkapkan meskipun latihan kolaborasi Wayang dengan Bondres kali ini hanya satu minggu, akan tetapi dengan optimisme seluruh seniman baik dari Dalang Sambroli serta Sunari Bajra, yakin ke depan kesenian ini mampu dikenal oleh khalayak ramai serta menjadi salah satu kesenian inovatif yang nantinya mampu mendorong peningkatan pariwisata di Bali Utara. “Kendalanya hanya penguasaan materi dan improvisasi karena dalam pementasan wayang bondres ini hanya ada script dan tidak ada dialog, jadi kita harus kreatif dengan menampilkan semaksimal mungkin kemampuan yang kami miliki,”ungkapnya.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kabupaten Buleleng Drs. Putu Tastra Wijaya ,MM., mengatakan pertunjukkan  Wayang Bondres merupakan kesenian eksperimental yang kali pertama dipertunjukkan melalui Buleleng Festival 2017. Adapaun tujuan diciptakannya kesenian Wayang Kolaborasi Bondres ini adalah merupakan suatu upaya membangkitkan kembali kesenian wayang yang peminatnya cenderung menurun. Selain itu, pertunjukan Wayang Bondres ini juga sebagai upaya penyegaran agar kesenian itu tidak terkesan monoton sehingga tetap bisa menarik minat masyarakat. “Ini juga sesuai permintaan masyarakat dimana ada kolaborasi antar kesenian jadi kita coba tampilkan yang sesuai dengan keinginan masyarakat,”ungkapnya. ( Wiwin Meliana)

 

To Top