Surabaya

Sylvi Panggawean: Siapapun Bisa Belajar Balet

Balet memang terkesan eksklusif. Hanya orang tertentu yang bisa mengikuti olahraga seni kelenturan tubuh ini. Namun, gambaran itu dipatahkan oleh Sylvi Panggawean, pemilik sekaligus mentor di Premiere School of Ballet (PSoB), Surabaya. Bagi perempuan kelahiran 9 Januari 1971 tersebut, siapapun bisa belajar balet di sekolah yang ia miliki. “Kami bisa menerapkan bahwa dengan biaya tidak terlalu mahal, siapapun bisa belajar balet,” tegas Sylvi.

Ia menuturkan terbiasa melatih anak-anak berusia 3,5 – 4,5 tahun, usia pas untuk memulai latihan elastisitas tubuh. Ketika sudah mencapai tingkat lebih tinggi, memang siswa memerlukan sepatu point impor yang bisa dibilang tidak murah. Karena di Indonesia belum ada yang memproduksi jenis sepatu khusus ini.

“Jadi memang harus impor, memang sedikit mahal. Harus coba (trial error), mana yang enak dipakai. Karena sepatu ini sifatnya tidak sama pada masing-masing anak,” imbuhnya.

Wanita bertubuh bugar berkat rajin konsumsi buah dan sayur ini, mengaku bahwa balet telah menjadi passion-nya sejak usia lima tahun. Kemudian ia mulai mengajar saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga kemudian mengantarnya membuat sekolah balet sendiri. Di saat mengajar, Sylvi juga tetap mempraktekkan koreografi balet sembari menjaga kelenturan tubuhnya.

“Sayang kalau kelenturan yang dulu sudah saya latih menjadi hilang. Jadi sambil ngajar, saya juga praktek. Karena mengajar anak-anak banyak bercanda, itu juga salah satu kunci awet muda,” pungkas Sylvi sambil tersenyum.  (Lely Yuana)

To Top