Buleleng

Buleleng Festival 2017: Gali Potensi Seni dan Budaya

 Berbagai upaya dilakukan Pemerintah dalam memajukan pembangunan di Buleleng. selain melakukan pembangun secara fisik, pembangunan melalui promosi juga semakin gencar dilakukan. Sukses menyelenggarakan Buleleng Festival ke empat, kini Pemkab kembali menggelar ajang tahunan ini. Bahkan setiap tahunnya selalu dilakukan inovasi untuk terus menggali potensi baik seni maupun budaya yang dimiliki Buleleng.

Sesuai dengan tema The Power of Buleleng, ajang tahunan seni dan budaya yang  kelima kali ini dikemas dengan begitu berbeda. Tidak hanya fokus menggali dan mengidentifikasi ragam seni dan budaya, tetapi Bulfest kali ini lebih fokus untuk mengembangkan dan melestarikan budaya sebagai wahana promosi terhadap potensi yang tengah berkembang di Kabupaten Buleleng baik tingkat nasional maupun internasional.

Gelaran yang dihiasi dengan pertunjukan seni dan budaya ini dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementrian Pariwisata RI, Drs. Putu Ngurah, MM di kawasan Tugu Singa Ambara Raja, Rabu (2/8).

Drs. Putu Ngurah, MM mengatakan komitmen Kementrian Pariwisata sangat besar. Komitmen itu diberikan sepanjang pimpinan daerah baik itu Bupati ataupun wakil Bupati juga memiliki komitmen yang sama. Promosi pariwisata menurutnya sudah dilakukan melalui media cetak, elektronik, online dan media ruang. Promosi tersebut tidak hanya dilakukan di dalam negeri melainkan juga luar negeri seperti kerjasama dengan salah satu maskapai penerbangan internasional. “Komitmen kami besar sepanjang pemerintah daerah juga punya keinginan keras. promosi juga sudah kami lakukan di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Dirinya menambahkan berbagai macam strategi sudah dilakukan untuk mempromosikan pariwisata. Salah satunya adalah strategi BAS. BAS adalah Branding, Advertising, dan Selling. Hal tersebut sudah terus menerus dilakukan Kementrian Pariwisata sehingga potensi yang dimiliki Buleleng diketahui oleh banyak orang dan orang tersebut tertarik untuk ke Buleleng. “Seperti tadi, orang tidak tahu ada sate khas dari Buleleng jadi dengan menampilkan kuliner khas Buleleng seperti sate tersebut orang menjadi tahu bahwa ada kuliner khas dari Buleleng. Itulah yang akan dicari oleh wisatawan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mewakili Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST menjelaskan Buleleng Festival yang sudah memasuki tahun kelima ini merupakan Bulfest yang berbeda dengan Bulfest tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Bulfest sudah menjadi agenda nasional. Selain itu, Bulfest saat ini sudah dipromosikan oleh Kementrian Pariwisata melalui Pesona Indonesia. “Hajatan kita ini sudah menjadi agenda nasional. Oleh karena itu, Kementrian Pariwisata juga mempromosikan di dalam dan luar negeri tentang Bulfest ini,” jelasnya.

Sesuai dengan tema Buleleng Festival tahun ini yaitu “The Power Of Buleleng”, Bulfest kali ini akan menonjolkan kekuatan dan ciri khas ataupun berbeda dari Kabupaten Buleleng. Seperti diketahui, Buleleng memiliki ciri khas yang berbeda seperti alam dan kuliner yang beragam. Modal tersebut yang digunakan untuk menunjang pariwisata dan akan ditampilkan dari Buleleng Festival tahun ini.  Kekuatan ini juga akan dipromosikan melalui media Buleleng Festival. “Buleleng Festival ini sebagai ajang ataupun media promosi. Selain itu, media cetak dan elektronik juga kita libatkan. Bagaimana kita mempromosikan alam kita maupun kuliner kita,” ungkap Sutjidra.

Selain itu, Buleleng juga memiliki pengalaman sejarah panjang dalam perspekstif politik, pemerintahan dan budaya, tentu Buleleng memiliki peluang besar dalam memenangkan persaingan daerah dan global. Dengan memahami potensi yang dimiliki tentu akan mempermudah dalam mempromosikan dan mengembangkan kebudayaan dan seni sesuai dengan cara yang tepat. “Upaya penggalian dan identifikasi potensi Buleleng menjadi hal yang mutlak, sebab akan memudahkan membangun kesadaran masyarakat untuk mengembangkan potensi daerahnya,” tutupnya.

Di sisi lain, dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng mengatakan Drs. I Putu Tastra Wijaya, MM., mengatakan sebagai ajang pelestarian budaya, Bulfest kali ini dikemas dengan beragam inovatif. Hal ini bertujuan agar kesenian klasik dan tradisional yang jauh dari modernisasi dapat dinikmati oleh anak-anak mudah. Beberapa kesenian yang coba ditampilkan dan dikemas dengan unik dan menarik pada Bulfest yang berlangsung hingga Minggu (6/08) ini adalah penampilan kolaborasi  wayang kulit dan bondres, pementasan drama gong,drama klasik,  drama inovatif, dan drama teater. “Selain kesenian modern, ada juga kesenian tradisional. Salah satu inovasi yang kami lakukakan adalah memadukan wayang dengan bondres mengikuti perkembangan yang sedang menjadi trend di masyarakat,” tutupnya. ( Wiwin Meliana).

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

To Top