Buleleng

Baleganjur dan Ngoncang Massal Buka Buleleng Festival 2017

Buleleng Festival kelima resmi di buka, Rabu (02/08) lalu. Berbagai kesenian dan tradisi akan ditampilkan pada Buleleng Festival tahun 2017. Diantaranya adalah kesenian Beleganjur dan Ngoncang yang diselenggarakan secara massal  untuk membuka Bulfest tahun ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Drs. Wayan Sujana.

Dirinya menjelaskan berangkat dari tema Bulfest 2017 yaitu “The Power of Buleleng” menunjukkan segala potensi yang menjadi kekuatan yang dimiliki oleh Kabupaten Buleleng yang ditampilkan. Khusus pada kesenian pembuka atau pada saat pembukaan di Jalan Ngurah Rai dipilih Beleganjur dan Ngoncang secara massal. Kedua kesenian tersebut dipilih berdasarkan tema yang sudah ditentukan. “Beleganjur dari segi alatnya ataupun musiknya memiliki power yang bagus. Begitu pula ngoncang yang memiliki power atau kekuatan pada jaman agraris,” jelasnya.

Tradisi Ngoncang merupakan tradisi yang sudah ada sejak nenek moyang yang dilakukan untuk mengucapkan rasa syukur kepada leluhur jika ada Pengabenan. Tradisi ngoncang sebagai salah satu bentuk seni musik yang dilahirkan oleh masyarakat agraris di Bali memang sejatinya tidak boleh hilang. Justru karena ngoncang sudah menjadi sebuah seni dalam kehidupan masyarakat Hindu, maka seni itu harus terpelihara dengan baik. Melakukan tradisi Ngoncang cukup dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut ketungan dan Lu. Lesung yang digunakan sebagai sarana ngoncang juga sudah berusia ratusan tahun dan digunakan turun-temurun, dari generasi ke generasi. Lesung tak boleh digunakan sebagai tempat duduk, apalagi sebagai tempat menjemur pakaian.

Menariknya, tradisi ngoncang yang biasanya hanya diminati oleh para orang tua, kali ini dalam Bulfest terlihat beberapa sekaa muda-mudi yang turut meramaikan. Remaja-remaja itu begitu semangat memukulkan lu ke lesung hingga tercipta alunan musik yang begitu riuh.

Untuk ngoncang ditampilkan sebanyak sepuluh grup yang dikoordinir oleh Desa Pakraman Buleleng. Kesepuluh grup tersebut terdiri dari minimal 12 orang sampai 15 orang. Sehingga para seniman yang terlibat dalam pagelaran seni massal di Jalan Ngurah Rai pada saat pembukaan berjumlah kurang lebih 850 orang termasuk dengan 20 sekaa beleganjur. “Kurang lebih jumlahnya 850 seniman yang akan tampil pada saat pembukaan,” ungkap Sujana.

Sujana menambahkan setelah pada tahun-tahun sebelumnya Bulfest sudah dipromosikan ke tingkat nasional, dihadirkan juga kesenian dari luar daerah Bali. Tahun ini, Bulfest akan dimeriahkan oleh Laboratorium Tari Indonesia Jakarta yang akan menampilkan tiga tarian Betawi. Dipilihnya kesenian dari Betawi karena ada hubungan erat antara kesenian Bali dengan Betawi. “Sebenarnya ada beberapa kelompok kesenian dari luar Bali mau masuk tapi kita belum bisa menyediakan ruang karena ruang kita masih sempit untuk mengakomodasi seniman-seniman dari luar. Kita utamakan dulu seniman asli Buleleng,” tandasnya.  (Wiwin Meliana)

To Top