Advertorial

Promotor Aku Indonesia Terima Penghargaan dari Puri Buleleng

Sandec Sahetapy menerima penghargaan dari panglingir Puri Buleleng berupa keris diserahkan langsung oleh Panglingsir Puri Anak Agung Ngurah Ugrasena

Sandec Sahetapy dan istri bersama Luh Kerthianing

Keprihatinan terhadap kondisi Bangsa Indonesia yang sempat dilanda isu kebhinekaan, menyedot perhatian berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya, tokoh-tokoh publik yang sepakat menggeleran pementasan akbar yang bertajuk Aku Indonesia.

Ialah Sandec Sahetapy merupakan pendiri dan ketua Yayasan Cinta Budaya Indonesia yang menggagas sekaligus memiliki kontribusi besar dalam menjaga keberagaman dan kebhinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Menurut Sandec, kondisi Indonesia yang sempat galau akibat tidak mampu menerima perbedaan dengan kerendahan hati. Hal ini menjadi perhatiannya, sebab banyak tokoh politik, kalangan artis, musisi, dan tokoh masyarakat yang juga pasti merasakan gejolak tersebut. “Boleh dibilang kemarin itu kita hampir perang agama, dan saya sendiri seorang Kristiani yang masa kecilnya dapat berdampingan dengan baik dengan umat lainnya,” jelasnya.

Konser yang akan digelar di Auditorium TVRI Pusat Jakarta tanggal 20 Agutus 2017 ini diprakasai oleh tokoh perfilman Indonesia, Sandec Sahetapy. Sandec Sahetapy juga menunjuk Imaniar sebagai Show Director konser Aku Indonesia ini. “Dengan aneka ragam seni budaya dan adat istiadat, Indonesia sangat indah, selain itu kita juga ingin mengingatkan lagi bahwa pentingnya menjaga kebhinekaan,” ungkap Sandec.

Diakuinya, pagelaran akbar yang akan melibatkan 120 artis dari berbagai genre memang tidak mudah. Tidak mudah menyatukan persepsi dengan masing-masing individu yang memiliki kepribadian berbeda. Akan tetapi, Sandec mengaku bahwa jika semua dilakukan dengan hati maka semua terasa mudah. “Kami bergerak dengan hati,” jelasnya.

Disinggung soal keterlibatan tokoh Buleleng yang ikut dalam pagelaran Aku Indonesia, Luh Kerthianing, Sandec mengaku sangat tersanjung dan bangga jika ada tokoh masyarakat yang menjadi panutan di daerah. Tentu menunjuk Luh Kerthianing sebagai pembaca doa bukan tanpa sebab, menurutnya sosok Luh Kerthianing merupakan contoh perempuan kuat dan pantas menjadi panutan. “Awalnya saya hanya mendengar namanya saja, tetapi setelah bertemu langsung, orangnya begitu ramah dan sangat low profile,” ungkap Sandec saat ditemui di Villa Garden Residence, Singaraja kedaiaman Luh Kerthianing.

Disisi lain, kedatangan Sandec Sahetapy ke Buleleng untuk menerima penghargaan dari Puri Buleleng. Bertempat di Puri Buleleng jalan Mayor Metra Singaraja akhir pekan lalu berlangsung peresmian Pura Raja Buleleng. Disela- sela acara tersebut berlangsung penyerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh dalam berbagai bidang.

Ia merupakan salah satu penerima penghargaan dari panglingir Puri Buleleng berupa keris diserahkan langsung oleh Panglingsir Puri Anak Agung Ngurah Ugrasena. Sandec Sahetapy mengaku sangat bangga menerima penghargaan dari Puri Buleleng. Selama ini promotor dari kegiatan akbar Aku Indonesia tanggal 20 Agustus mendatang mengaku bekerja iklas demi melestarikan budaya yang ada di bumi Nusantara ini. “Pendiri dan ketua Yayasan Cinta Budaya Indonesia atas kontribusi saya di bidang seni, budaya, dan pariwisata di Pulau Dewata ini,” ujar Sandec Sahetapy. (Wiwin Meliana)

 

 

To Top