Woman on Top

Livi Zheng: Dari Action ke Budaya

Livi Zheng, sutradara asal Indonesia yang lama berkarier di Amerika Serikat “pulang kampung”. Ia mampir ke Bali untuk syuting film terbarunya “Bali Beats of Paradise”. Film yang mengangkat budaya Bali menceritakan perjalanan hidup suami-istri maestro tari dan gamelan Bali, Nyoman Wenten dan Nanik Wenten, yang hidup di Amerika Serikat.

Saat di Bali, Livi yang didampingi Nanik Wenten, Desak Putu Arsini, dan Executive Producer Zane Thomas berkunjung ke kantor Bali Post. Mereka banyak menuturkan perjalanan pembuatan film bertema budaya ini. Tokoh yang dilibatkan dalam film ini merupakan seniman-seniman kondang seperti Balawan dan Dalang Nardayana (Cenk Blong).

Livi yang filmnya “Brush with Danger” pernah masuk dalam nominee Oscar ke-87 ini mengatakan tertarik untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia, salah satunya Bali. “Saya tertarik untuk mempromosikan Indonesia dan Bali karena selama ini masih banyak hal yang positif yang belum tereksplorasi. Orang asing lebih mengenal Bali ketimbang Indonesia. Dalam film baru yang rencananya tayang di Amerika pada 2018, kami secara spesifik mengambil tema tentang gamelan dan tari Bali serta kultur kehidupan masyarakatnya,” ujar perempuan asal Blitar, Jawa Timur ini.

Syuting “Bali Beats of Paradise” sudah hampir rampung karena proses syuting di Amerika Serikat sudah selesai. Mereka berada di Bali selama dua minggu. Film ini diinisiasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles dan bekerja sama dengan Sun and Moon Films.

Livi menuturkan menuturkan pasangan Nyoman Wenten dan Nanik Wenten sangat dikenal di Negeri Paman Sam. “Pak Nyoman Wenten sudah bermain gamelan di sejumlah negara dan menjadi pengajar seni di sejumlah universitas ternama di Amerika Serikat. Bu Nanik ini sukses mengajarkan Ricky Martin koreografi dan sudah banyak penghargaan yang diperolehnya,” kata Livi.

Untuk meningkatkan rasa penasaran masyarakat AS menonton film ini, sejumlah pre-event digelar. Salah satunya dengan mengundang Balawan untuk konser di Los Angeles. Tak hanya itu, kolaborasi dengan menampilkan kebudayaan Bali juga dilakukan. Salah satunya lewat pementasan Wayang Cenk Blonk di Taman Ayun. Pementasan itu akan menceritakan tentang sejarah Bali dan kehidupan pasangan Wenten.

Livi Zheng yang lahir 3 April 1989 lebih banyak bekerja di industri perfilman Amerika Serikat. Salah satu filmnya “Brush with Danger” sudah ditayangkan di sejumlah bioskop di AS yang didistribusikan oleh Sony. Selain “Brush with Danger,” perempuan yang menekuni olahraga Wushu ini juga sudah menggarap empat film layar lebar. Selain “Bali Beats of Paradise,” ia berencana menggarap “Insight.” Film “Insight” melibatkan Keith David, Tony Todd, John Savage, Sean Patrick Flannery, dan Madeline Zima.

Livi memulai kariernya sebagai pemeran pengganti pada usia 15 tahun. Keahliannya bermain wushu membuatnya lebih banyak terlibat di film-film bergenre action. Adiknya, Ken Zheng juga terlibat dalam beberapa film dan seni bela diri.

Kecintaan Livi pada dunia perfilman membuatnya produktif. “Saya pernah buat film “LA’s Gateway to Indonesia”. Film ini bercerita tentang Bali dan Blitar. Dalam waktu tiga hari, film yang diproduksi Konjen Indonesia di Los Angeles ini ditonton 110 ribu orang di Youtube,” ungkapnya. Di sela-sela waktu membuat film, ia juga menjadi pengajar tamu di beberapa universitas.

Kini Livi juga aktif di Diaspora Indonesia. Tahun 2015 ia menerima Diaspora Creative Award Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada orang Indonesia yang tinggal di luar negeri dan berkontribusi bagi Indonesia di kancah internasional. Sebelumnya, ia juga mendapat penghargaan MNC Lifestyle Award sebagai orang yang menginspirasi dan meraih kesuksesan di level internasional.  (Ngurah Budi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

To Top