Kuliner

Kuliner Tradisional, Sajian Modern

Chef Restoran Dewi Sinta Tanah Lot, I Gusti Bagus Arya Nata dan I Made Yadnya terpilih sebagai juara I pada lomba masak Tanah Lot Kreatifood Festival 2017. Mereka ikut pada kategori lomba “Cipta Menu Kreatif” dengan tema “Balinese Nusantara” dengan bahan dasar rebung bambu tabah, sayur gonda, nasi beras merah dan daging kuwir. Bahan-bahan tradisional ini mampu mereka racik menjadi masakan enak dan disajikan secara menu modern. Disamping penyajian unik, menu karya kedua chef ini juga memiliki taste yang khas.

Arya Nata membuat menu appetizer (Lumpia Kuwir Bumbu Pedas), main course  (Sate Lilit Kuwir/Entong, Nasi Timbung, Bumbu Uyang-Uyang, Jukut Embung dan Plecing Gonda) dan dessert (Dadar Gulung Pisang). Para chef ini mampu meracik dan menyajikan masakan yang lezat, bergizi dan bisa dinikmati oleh masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara.

Arya Nata mengaku, Rebung Bambu Tabah sengaja dipilih sebagai bahan masakannya agar sesuai dengan visi/misi dari Tanah Lot Kreatifood Festival 2017 itu. Kuliner tradisional asal Tabanan harus mampu sebagai tuan rumah dalam mendukung perkembangan pariwisata budaya. “Kami ingin mengangkat makanan tradisional dari Tabanan. Namun dalam penyajiannya, kami padukan dengan makanan Nusantara,” katanya.

Dalam mengolah menu ini, Chef Arya Nata dan Yadnya menggunakan bumbu tradisional, seperti base genep dan base wangen. Bahan kuwir itu diolah dengan sambel uyang aying, sambel khas dari pegunungan yaitu dari Pujungan dan nasi timbungan yang menggunakan beras merah dari Jatiluwih. “Bambu Tabah yang digunakan adalah salah satu varitas asli asal Kabupaten Tabanan yaitu berasal dari wilayah Kecamatan Pupuan Tabanan,” jelasnya.

Kreativitas Chef Arya Nata dalam lomba memasak di Tanah Lot Kreatifood Festival 2017 itu sekaligus membuktikan, kalau bahan pangan tradisional seperti rebung bambu tabah, gonda, kuwir dan nasi beras merah tidak kalah dengan bahan-bahan dari luar pulau, bahkan dari bahan yang diimpor. “Hasilnya sangat bagus, enak dan memiliki kekhasan yang dapat mewujudkan Tabanan dan Bali layak sebagai pariwisata kuliner,” imbuhnya.

Chef Arya Nata dan Yadnya sepakat, untuk memomulerkan kuliner dengan produk lokal dengan sajian modern diharapkan dapat menjadi pendukung pariwisata sekaligus berhubungan langsung dengan sistem kehidupan dan perekonomian masyarakat lokal. “Masih banyak masakan Bali yang bisa dikembangkan untuk menjadi menu-menu bernuansa modern,” ungkap Yadnya.

Di sisi lain, prestasi yang diraih ini tak hanya menjadi kebanggan mereka, tetapi juga sebagai ajang untuk berpromosi tempat makan yang ada di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot. “Dewi Sinta Restaurant memiliki aneka menu yang bisa dipilih oleh wisatawan. Nah, kalau menu yang mendapat juara kemarin itu mesti melalui pemesan lebih awal,” ucap Operational Manager Dewi Sinta Hotel & Restaurant I Ketut Sudiartana.

Menu kuwir memiliki daging yang kenyal, sehingga membutuhkan waktu lama kalau memasaknya. Tetapi, masalah rasa memang tidak diragukan. Semua menu yang berbahan kuwir, pasti enak. Restoran pertama di Tanah Lot itu memiliki menu andalan berupa Nasi Goreng Dewi Sinta. Wisatawan domestik dan mancanegara banyak yang memilih menu ini untuk makan pagi ataupun makan siang, setelah menikmati suasana objek Tanah Lot. (Darsana)

To Top