Mozaik

Loloh harus Dikembangkan secara Ilmiah

Seminar Herbal di Kampus UNUD bertempat di Auditorium Pascasarjana UNUD (Pemberiaan plakat dari Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Prof. dr. Putu Gede Astawa,Sp.OT(K),M.kes.

Obat-obatan herbal makin populer. Untuk itu, perlu adanya penelitian yang lebih intensif terkait manfaat obat herbal. Menurut Direktur PT. Sido Muncul, Irwan Hidayat, obat herbal perlu dipopulerkan dengan melakukan saintifikasi sehingga khasiat jamu terbukti secara ilmiah.

“Kami melakukan penelitian untuk memperoleh khasiat dari obat-obatan yang berasal dari bahan alami. Untuk itulah kami bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Farmasi dari berbagai universitas. Sampai saat ini yang sudah kami ajak kerja sama adalah Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Maranatha, Universitas Sanata Darma Yogyakarta. Untuk di Bali, kami bersinergi dengan Universitas Udayana,” ujar Irwan  disela-sela seminar “Manfaat Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat” di kampus Universitas Udayana, Sabtu (22/7) .

Ia menambahkan melalui seminar herbal ini diharapkan kalangan medis memiliki wawasan yang luas mengenai perkembangan industri jamu, penelitian-penelitian yang dilakukan, juga penggunaan jamu untuk pelayanan kesehatan.

Irwan juga mengatakan obat herbal  mulai popular di kalangan dunia kesehatan. Pertama secara empiris sudah terbukti bisa menyembuhkan. Kedua, pihak Sido Muncul sudah melakukan penelitian sebelum obat herbal itu beredar di pasaran. “Obat harus aman, kami lakukan uji toksistas dan uji khasiat. Yang penting adalah melakukan uji keamanan produk. Salah satu contoh, jamu Tolak Angin terbukti tingkatkan daya tahan tubuh. Jamu cocok untuk pegel linu. Pegel linu itu bukan penyakit sebaiknya minum obat herbal,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Irwan juga menyinggung tentang loloh. “Di Bali ada loloh. Itu tradisi lokal yang bisa diilmiahkan. Sementara ini loloh hanya jadi local wisdom. Semoga kedepannya bisa dikembangkan secara ilmiah. Teknologi sudah maju, alat-alat canggih, orang-orang kreatif. Local wisdom harus diangkat. Dengan adanya kerja sama ini semoga bisa menghasilkan sesuatu. Kami menggerakkan akademisi untuk kembangkan loloh. Saya punya punya pengalaman dan sehat dengan herbal. Kekayaan lokal ini bisa memberi kontribusi,” ungkap Irwan.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Universitas Udayana  untuk melakukan penelitian terkait bahan-bahan alami. Ia juga membuka diri jika ada mahasiswa Farmasi dan Kedokteran dari Unud yang ingin magang di perusahaannya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. dr. Putu Astawa, Sp.OT(K), M.kes., mengatakan seminar ini bertujuan untuk mengilmiahkan sesuatu. “Banyak obat-obat herbal yang beredar,. Apakah sudah dilakukan penelitian, diujicobakan. Dari akademisi tentu ingin kekayaan tradisional seperti jamu atau loloh diilmiahkan,” ujarnya. Ia menegaskan menyambutkan baik tawaran kerja sama Sido Muncul untuk mengadakan penelitian bahan-bahan alami untuk obat herbal.

Seminar yang diikuti 300 peserta itu menghadirkan pembicara Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc. Ph. D, Sp.Park, Ondri Dwi Sampurno, M.Si, Apt., Dr. dr. Ina Rosalina, Sp. A(K), MKes, MHes, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp. PD-KR (k), Dr. dr. Made Jawi, M.Kes, dan Prof. Dr. dr. IPG Adiatmika, M.Kes. (Ngurah Budi)

To Top