Surabaya

Ali Masduki: Lebih Sulit Merawat Kamera

Ali Masduki

Senyumnya innocent di balik lensa. Sesekali menggeser posisi tubuh untuk mendapat angle yang pas, tak jarang pula harus berlarian mengejar momen menangkap objek ciamik. Itulah kepuasan seorang fotografer. Bagi Ali Masduki, fotografi adalah surganya. Fotografer senior ini mengenal dunia lensa dan kamera sejak awal masuk kuliah 2013 silam. Berawal dari coba-coba, pria kelahiran Kediri, Jawa Timur tersebut mulai serius mendalami pada 2015.

“Awalnya lihat fotografer itu keren, aku juga ingin nampak keren seperti mereka,” ujarnya memberi alasan kenapa bisa jatuh cinta pada profesi ini. Kebetulan seorang kawan seangkatan membeli kamera sendiri, dipakai bergantian menghabiskan satu roll film, kala itu. Ali baru bisa membeli kamera 2015 lalu.

Portrait kontradiksi perkotaan hingga keindahan alam pernah ia abadikan. Momen demi momen ternikmati. Tentu saja, ia telah menguasai segitiga eksposure, iso, diafragma dan shutter. Modal utama seorang fotografer andal. “Pertama pastinya penguasaan alat,” tambah Ali Masduki yang mengaku susah merawat kamera daripada cewek.

“Bukan merawat saja ya, tapi bagaimana memperlakukannya. Antara cewek dan kamera ada kesamaan. Sama-sama dengan hati,” ucap pria phobia air yang doyan olahraga pencak silat itu sambil senyum tipis. Soal pengalaman seru saat hunting pernah ia rasakan. Termasuk dikejar orang gila. “Waktu itu hunting di Kawasan Gudang Garam Kediri, kirain petani duduk di pematang sawah. Ternyata orang gila, aku dikejar dipukuli pakai doran cangkul,” kisah suami dari Ratna Arda ini seraya tertawa.

Semua pengalaman tersebut mengantarkannya pada puluhan pameran. Baik bersama sampai pameran tunggal. Satu impian sederhana yang hingga saat ini belum sempat ia realisasikan karena beberapa kesibukan, membuat foto story para pemburu hiu dan petani tembakau. “Sederhana sih, pengen buat story foto para pemburu hiu dan petani tembakau,” jawab penyuka nasi pecel Kediri ini.

Menghandle divisi kaderisasi sebuah komunitas fotografi, seringkali pula ayah dua putra tersebut menjadi tempat jujugan para fotografer pemula untuk menimba ilmu. “Dari dulu dikutuk jadi divisi kaderisasi,” katanya diselingi tawa lepas. Dengan sederetan prestasi, Ali Masduki begitu menikmati semua yang ada di depannya. Ia pernah meriah juara 1 Sampoerna Asiik, Juara 1 PJB Jurnalis Award, Juara 1 Pelindo 3 Award, Juara 1 Alfalink, Juara 1 Lomba Foto Jejak Wali Songo, Juara 2 HUT Pemkot Surabaya, Juara 3 PGN Jurnalis Award, Juara 2 Petro China, Juara Harapan Citilink, Juara Favorit Pertamina, Juara Harapan dan Favorit Semen Indonesia, Juara Favorit Astra Indonesia, Nominasi Asean, dan Nominasi Astra. “Masih banyak lagi, aku lupa,” pungkasnya menutup sesi wawancara dengan secangkir kopi hitam favorit. (Lely Yuana)

To Top