Surabaya

Nongkrong di Kafe Teras 818 Sidoarjo

Jalan-jalan ke Sidoarjo tak lengkap bila tak mampir ke Kafe Teras 818. Kafe yang cukup mentereng ini tergolong baru. Keberadaannya cukup meramaikan bisnis kuliner di kota udang. Khususnya di Bluru Permai yang sekarang berubah jadi sentra kuliner baru di kawasan Timur kota santri ini.

Kafe-kafe dan warung kopi (warkop) bermunculan, berbarengan dengan berkembangnya kawasan ini dengan banyaknya perumahan baru. Bahkan Kafe 818 berada di depan perumahan besar yang sedang dibangun untuk kalangan menengah atas.

“Prospeknya bagus membuka kafe atau usaha kuliner di kawasan Bluru Permai ini. Akses jalan utama kawasan timur ke tengah kota, yang dekat alun-alun,’’ kata Ny Ummu Kamilah, pemilik Ikan dan Ayam Bakar Bu Gatot di Kafe Teras 818, pekan lalu. Yang menarik, di kawasan ini sekarang juga banyak perumahan hingga ke lingkar timur. Banyak warga perumahan  lewatnya di Bluru Permai untuk menuju tengah kota.

Kafe 818 dilengkapi pujasera tempat 16 tenant yang berjualan berbagai macam makanan dan minuman. Misalnya stan TR 16 Bu Gatot milik Ny Ummu Kamilah, menjual ikan bakar, ayam bakar, bebek bakar, soto ayam Lamongan. Stan lainnya, menyediakan menu masakan khas Arab seperti nasi kebuli, kambing oven, sate kambing, dan lain lain.

Ada juga hotplate, rawon, bakso, nasi bakar, mie klampis, dan lain-lain. Minumannya mulai aneka kopi. Mulai kopi Aceh Toraja Papua, wedang jahe, es cao, es jeruk. Kafe 818 lokasinya nyaman. Sebab tempat untuk pelanggan sangat luas. Dilengkapi ruang khusus untuk acara rapat atau pertemuan, seperti acara ulang tahun, dll.

“Banyak pelanggan bikin acara halal bihalal, ulang tahun, atau pertemuan anak-anak sekolah disini,” katanya. Investasi membangun gedung untuk kafe dan pujasera ini lumayan besar. Selain sangat luas agar pelanggan nyaman juga sarananya lengkap. Yanti, bagian managemen Kafe 818, optimistis bisnis kulinernya berjalan lancar dan berkembang. Sebab menu yang disajikan lezat berkualitas.

“Kami seleksi ketat menu-menunya. Sebab, pelanggan datang butuh makanan yang pas dengan selera mereka. Selain itu harganya sangat terjangkau,’’ katanya. Misalnya ikan bakar, kalau di tempat lain ikan gurami Rp 50.000/ekor, disini Rp 35.000 sampai Rp 40.000 plus nasi sambal yang lezat dan lalapan. Ayam bakar Rp 16.000, soto ayam Lamongan Rp 10.000. Karena itu, banyak pelanggan senang datang ke Kafe 818.

Menurut Ummu Kamilah, bisnis kuliner akan terus berkembang mengingat jumlah warga di kawasan Sidoarjo Timur semakin banyak. Mereka, umumnya bekerja baik di Sidoarjo maupun Surabaya. Sehingga saat pulang kantor mampir kafe untuk makan. Selain itu, kafe ini bisa digunakan untuk kongkow-kongkow hingga malam hari bersama teman dan keluarga.

“Bila siang hari ramainya saat istirahan yang digunakan untuk makan siang. Banyak pegawai pemkab dan kantor swasta datang saat jam  istirahat,” kata Ummu Kamilah. (Meta Vabiola)

 

To Top