Buleleng

Tingkatkan Pelayanan Pajak Samsat Buleleng Jalin Kerjasama dengan BUMdes

Penandatanganan MoU UPT Samsat Buleleng dengan BUMdes Desa Alasangker

Kesadaran wajib pajak oleh masyarakat tampaknya mulai meningkat. Hal tersebut tentu didukung dengan dipermudahnya pelayanan dan pembayaran pajak bagi masyarakat. Kedua hal tersebut tentu akan sangat berkolerasi sehingga antara wajib pajak dan kemudahan membayar pajak harus benar-benar diperhatikan. Baru-baru ini, UPT Dinas Pendapatan Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng, Samsat Buleleng mengadakan kerjasama dengan beberapa desa yang ada di 9 kecamatan di Buleleng.

Kerjasama tersebut tertuang dalam MoU antara UPT Bapenda dan beberapa BUMdes di kecamatan Sawan. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di Bale Banjar desa Alasangker, diikuti beberapa BUMdes lain dari desa Sudaji dan Tunjung (Selasa, 18/07).

Menurut Kepala UPT Bapenda Samsat Singaraja Ida Bagus Suhita, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan meningkatkan kesadaran wajib pajak, pihaknya telah melakukan terobosan-terobosan dengan bekerjasama berbagai pihak, salah satunya dengan BUMdes. Melalui BUMdes, wajib pajak dapat membayarkan pajak kendaraanya tanpa harus datang ke kantor Samsat Buleleng. Prosedur pembayarannya pun dapat dilakukan dengan menyerahkan beberapa hal yang diperlukan, seperti STNK dan fotocopianya, KTP dan copiannya, serta BPKB dan copiannya kepada pihak BUMdes.

Sementara itu, untuk mengetahui jumlah pembayaran dari wajib pajak, pihak BUMdes bisa menanyakan melalui via SMS (Short Message Service). “Nanti pihak Bumdes bisa SMS Ke nomer yang telah diberakan dengan mengirimkan nomer kendaraannya saja maka pihak samsat akan memberikan rincian pembayarannya. Nanti pihak BUMdES akan menetapkan berapa tarif yang akan oleh pihak wajib pajak kepada BUMdes,” jelasnya.  Selain itu, pihak Samsat akan memberikan kemudahan kepada BUMdes yang akan akan melakukan samsat dengan memberikan ruang khusus atau loket khusus sehingga tidak perlu mengantre.

Kerjasama ini, lanjut kata Suhita tentu dapat menguntungkan  berbagai pihak. Bagi Bapenda Samsat Buleleng, kerjasama ini dapat meningkatkan kinerja pelayanan publik di bidang pajak, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor serta mengurangi biaya oprasional pemungutan pajak dan tunggakan pajak. Sedangkan manfaat yang bisa diraih oleh BUMdes itu sendiri dapat mendorong dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan BUMDes dalam berperan aktif dalam pelayanan pajak, dapat meningkatkan keuntungan dari pelayanan pajak, serta dapat membantu pendanaan wajib pajak yang menunggak atau pengesahan STNK dengan memberi pinjaman kredit.  Dari sisi lain, wajib pajak sendiri merasa dibantu dengan pendekatan pelayanan yang berarti memberi kemudahan dan penghematan biaya transportasi karena masyarakat yang tinggal jauh dari kantor tidak perlu datang ke kantor Samsat.  Masyarakat dapat bekerja dengan tenang tanpa dihantui oleh rasa khawatir terhadap terjadinya tunggakan  pajak karena akan diberikan pinjaman kredit oleh BUMdes dalam pembayaran pajak. Masyarakat juga tidak perlu meninggalkan pekerjaan sehingga mereka tidak kehilangan upah hariannya.  “Tentu ini akan memudahkan dan menguntungkan semua pihak, tentunya kerjasama semacam ini harus diikuti oleh semua BUMdes,” imbuhnya.

Pada bagian lain Kepala Desa Alasangker,  I Wayan Sitama menyambut baik adanya MoU antara Bumdes Giri Amerta Desa Alasangker dengan Samsat Buleleng yang sangat membantu warganya serta mendapatkan keuntungan bagi Bumdes itu sendiri dari fee kepengurusan samsat kendaraan warganya. “Kami sangat senang adanya kerjasama ini, karena mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta pihak Bumdes juga dapat berperan aktif dalam pelayanan pajak,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kerjasama UPT Bapenda Samsat Buleleng dengan BUMdes bukan baru pertama kali dilakukan. Sebelumnya Di Buleleng sendiri tahap pertama ada 3 kecamatan di Tejakula,Busungbiu dan Gerokgak, dengan 31 dari 39 BUMdes yang melakukan kerjasama. Tahap kedua dilakukan dikantor samsat Buleleng diikuti sekitar 13 Desa dari Kecamatan Banjar, Sukasada, Kubutambahan, dan Sawan. Jadi sudah ada 44 desa yang sebelumnya mengikuti MoU antara UPT Bapenda Samsat Buleleng dari 98 Bumdes yang sudah berdiri di Buleleng. (Wiwin Meliana)

 

To Top